Anda menggunakan Lensa Kontak ? PDF Cetak E-mail

Lensa kontak adalah lensa tipis yang dipakai menempel pada kornea mata. Lensa kontak memiliki fungsi yang sama dengan kacamata, yaitu mengkoreksi kelainan refraksi, medikasi dan kosmetik. Sejarah penemuan lensa kontak pada mulanya berawal dari kacamata. Ide dasar pembuatan lensa kontak sebenarnya telah dikenal mulai dari tahun 1508 bardasarkan catatan dan gambaran serta sketsa yang dibuat oleh Leonardo Da Vinci.

Cacatan Leonardo Da Vinci menunjukan banyak sekali sketsa tentang kacamata yang langsung bisa dikenakan pada bola mata. Ide dasar ini terus menerus dikembangkan dan diteliti. Seorang dokter mata Jerman bernama Adolf Gaston Eugen Fick membuat dan menggunakan lensa kontak pertama dengan sukses pada tahun 1888. Dia menggambarkan fabrikasi kontak afocal scleral dengan eksperimen awalnya pada kelinci, dan kemudian pada dirinya sendiri, dan terakhir pada sekelompok kecil sukarelawan. August Muller menyempurnakan lensa kontak tersebut dengan perbaikan pada pandangan jarak dekat pada tahun 1889.

Lensa kontak plastik sendiri baru dibuat tahun 1948 oleh Kevin Tuohy dari California, sedangkan lensa kontak yang lebih lembut dan permeable terhadap oksigen ditemukan pada tahun 1970-an. Lensa kontak biasanya mempunyai kegunaan yang sama dengan kacamata konvensional atau kacamata biasa, tetapi lebih ringan dan bentuknya tak tampak saat digunakan. Diperkirakan ada 125 juta orang di dunia yang menggunakan lensa kontak. Sebagian besar pengguna lensa kontak mempunyai umur dibawah 50 tahun.

Penggunaan lensa kotak harus disesuaikan dengan tujuan dan indikasi pemakaian. Pemilihan bahan atau material menjadi hal yang sangat penting dalam pemakaian lensa kontak. Setiap bahan lensa kontak mempunyai sifat yang berbeda-beda. Pemakaian lensa kontak pada awalnya mungkin terasa kurang nyaman dan memerlukan waktu penyesuaian. Lensa kontak lunak hanya membutuhkan waktu

beberapa hari untuk penyesuaian, sedangkan lensa kontak keras memerlukan masa penyesuaian beberapa minggu. Pasien mungkin agak terganggu dengan adanya rasa mengganjal karena lensa tersebut dirasakan seperti benda asing oleh mata saat masa penyesuaian. Perasaan tersebut akan hilang setelah beradaptasi. Pasien dengan mata kering akan lebih sulit beradaptasi bila memakai lensa kontak. Lensa kontak keras jenis permeable gas (RGP) memberikan penglihatan lebih tajam, mudah dirawat dan dibersihkan, masa pakai lebih lama, serta mampu mengoreksi astigmatisme. Lensa kontak lunak lebih nyaman dipakai dan masa adaptasinya lebih singkat dibanding RGP. Penentuan jenis lensa kontak yang terbaik diperlukan pemeriksaan lengkap dan konsultasi dengan dokter spesialis mata. Pemilihan jenis lensa kontak juga dipengaruhi oleh gaya hidup pasien. Perlu diingat bahwa lensa kontak yang terbaik adalah lensa kontak yang cocok dengan pengguna lensa kontak tersebut.

Lensa kontak moderen saat ini dibuat dengan berbagai jenis material. Hard lens atau lensa kontak keras dibuat dari materi yang agak kaku dan keras pada perabaannya. Soft lens atau lensa kontak lunak memiliki materi dan zat kimia yang hampir serupa, namun bersifat hidrofilik atau water loving, sehingga menyerap air kedalam permukaannya. Hal ini membuat lensa kontak lunak lebih fleksibel serta lebih nyaman. Lensa kontak RGP memiliki nilai transmisi oksigen lebih tinggi sehingga membuat kornea lebih nyaman, sehat dan tidak mudah menjadi kering.

Lensa kontak secara garis besar dibagi dalam dua jenis yaitu lensa kontak keras dan lensa kontak lunak. Material pembuat lensa kontak keras terbagi dalam dua jenis yaitu non gas permeable dan gas permeable (RGP). Material pembuat lensa kontak lunak terbagi dalam hydrogel dan silicon hydrogel. Material lensa kontak diklasifikasikan berdasarkan polimernya. Polimer adalah molekul-molekul besar yang tersusun atas atom-atom yang membentuk sebuah meterial. Atom dasar pembentuk polimer lensa kontak tersusun atas karbon dan hydrogen. Element lain seperti Oksigen (O), Nitrogen (N), Chlorine (Cl), Fluorine (F) dan Silikon (Si) merupakan elemen pendukung yang menentukan sifat dari material tersebut.

Polimer pembentuk lensa kontak lunak tersusun atas hydrogel yang memiliki sifat hidrofilik, fleksibel, serta mengandung air. lensa kontak memiliki properti yang menyusunnya. Properti inilah yang mendasari sifat dari setiap lensa kontak. Properti yang harus dimiliki oleh lensa kontak antara lain Transparansi, kekakuan, kekuatan, elastisitas, specific grafity, refraktif index, kelembapan, water content, kandungan ionic, dan transmisi oksigen (DK).

Lensa kontak adalah lensa tipis yang dipakai menempel pada kornea mata. Lensa kontak memiliki fungsi yang sama dengan kacamata, yaitu mengkoreksi kelainan refraksi, medikasi dan kosmetik. Pemilihan bahan dasar atau material penting untuk diperhatikan. Lensa kontak dengan water konten yang tinggi memberikan kenyaman yang lebih baik. Lensa dengan DK yang tinggi, dapat meneruskan oksigen lebih banyak ke mata. Pemilihan lensa kontak sebaiknya harus disesuaikan dengan tujuan dan indikasi medis.

DAFTAR PUSTAKA

1. Efron N. Contact Lens Practice. Brisbane. Elsevier. 2010. Hal 67-85 dan 145-153

2. Chaudhry M. Contact Lens Primer. Jaypee Brother. New Delhi. 2007. Hal 50-58

3. Hom M, Adrian Bruce. Contact Lens Prescribing and Fitting. Missouri. 2006. Hal 203-215 dan 313-321

4. Daniel K. Contact Lens. Thorofare. USA. 1999. Hal 31-60

5. Gasson A, Judith Morris. The Contact Lens Manual. Elsevier. 2010. Hal 97-110

6. Agarwal S, Athiya A, Amar A. Textbook on Contact lens. Jaypee Brothers. 2005. Hal 54-56

7. American Academy of Ophtalmology. Clinical Optics. San Fransisco. American Academy of Ophtalmology. 2016

8. Wahyuni Indri, Trisnowati Taib Saleh. Fitting Lensa Kontak Rigid Gas Permeabel (RGP). Jurnal Oftalmologi Indonesia. 2007

9. Ramamoorthy Padmapriya, BS Optom, MS, Loraine T et Al. Treatment, Material, Care, and Patient-Factors in Contact LensRelated Dry Eye. NIH Public Access. 2008

10. Xie WJ, Jin Zeng, Ying Cui, et Al. Comparative of Effectiveness of Silicone Hydrogel Contact Lens and Hydrogel Contact Lens in Patients after LASEK. Int J Ophtalmology. 2015

11. Stahl Ulrike, Isabelle Jalbert. Exploring the links between contact lens comfort, osmolarity and lid wiper staining. Elsevier. 2017

12. Athreya PK, Gaurav KB. Contact Lens Materials and Modalities. Trends in Ophthalmology Open Access Journal. 2018

 


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.nike huarache pas cher air jordan femme Scarpe Air Jordan air jordan femme jordan scarpe scarpe jordan cheap air max uk