Super User

Super User

Pengumuman Lelang Nomor : KN.02.07/3.2/1340/2021
Lelang Online melalui Kantor Pelayananan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandung Berdasarkan surat persetetujuan Penjualan Barang Milik Negara selain Tanah dan/atau bangunan Pada Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

Hari dan Tanggal :Senin 06 Desember 2021

Infomasi : Pengumuman Lelang Online

Pemerintah telah menetapkan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai bencana non-alam. Sejak diumumkannya kasus konfirmasi pertama pada Maret 2020, dalam rentang waktu satu bulan, seluruh provinsi telah melaporkan kasus konfirmasi. Pandemi COVID-

19 memberi tantangan besar dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia dan berdampak terhadap sistem kesehatan Indonesia yang terlihat dari penurunan kinerja pada beberapa  program  kesehatan.  Hal  ini  disebabkan  prioritas  pada  penanggulangan  pandemi COVID-19 serta adanya kekhawatiran masyarakat dan petugas terhadap penularan COVID-19. Di beberapa wilayah, situasi pandemi COVID- 19 bahkan berdampak pada penutupan sementara dan/atau  penundaan  layanan  kesehatan  khususnya  di  posyandu  dan  puskesmas.  Pandemi COVID-19 juga memberi dampak besar bagi perekonomian yaitu: (1) Membuat daya beli masyarakat, yang merupakan penopang perekonomian sebesar 60 persen, jatuh cukup dalam.

Oleh  karena  itu,  perlu  segera  dilakukan  intervensi  tidak  hanya  dari  sisi  penerapan protokol kesehatan namun juga diperlukan intervensi lain yang efektif untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit, yaitu melalui upaya imunisasi dan vaksinasi. Upaya telah dilakukan oleh berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mengembangkan vaksin yang ideal untuk pencegahan infeksi SARS-CoV-2 dengan berbagai platform yaitu vaksin inaktivasi /inactivated virus vaccines, vaksin virus yang dilemahkan (live attenuated), vaksin vektor virus, vaksin asam nukleat, vaksin seperti virus (virus-like vaccine), dan vaksin subunit protein.

Imunisasi merupakan upaya kesehatan masyarakat paling efektif dan efisien dalam mencegah  beberapa  penyakit  berbahaya.  Sejarah  telah  mencatat  besarnya  peranan  imunisasi dalam menyelamatkan masyarakat dunia dari kesakitan, kecacatan bahkan kematian akibat berbagai penyakit. Dalam imunisasi terdapat konsep Herd Immunity atau Kekebalan Kelompok. Kekebalan Kelompok ini hanya dapat terbentuk apabila cakupan imunisasi pada sasaran tinggi dan merata di seluruh wilayah. Kebalnya sebagian besar sasaran ini secara tidak langsung akan turut  memberikan  perlindungan  bagi  kelompok  usia  lainnya,  sehingga  bila  ada  satu  atau sejumlah kasus Penyakit- penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di masyarakat maka penyakit tersebut tidak akan menyebar dengan cepat dan Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat dicegah.

Vaksinasi adalah istilah untuk proses pemberian vaksin, baik dengan cara disuntikkan maupun diteteskan ke dalam mulut untuk meningkatkan produksi antibody sehingga tubuh dapat

menangkal penyakit tertentu. Vaksinasi COVID-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi/penularan COVID-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat dari COVID-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi. Kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk apabila cakupan vaksinasi tinggi dan merata di seluruh wilayah. Upaya pencegahan melalui pemberian program vaksinasi jika dinilai dari sisi ekonomi, akan jauh lebih hemat biaya, apabila dibandingkan dengan upaya pengobatan

Vaksinasi COVID-19 dilaksanakan dalam 4 tahapan mempertimbangkan ketersediaan, waktu kedatangan dan profil keamanan vaksin. Kelompok prioritas penerima vaksin adalah penduduk yang berdomisili di Indonesia yang berusia ≥ 18 tahun. Kelompok penduduk berusia di bawah 18 tahun dapat diberikan vaksinasi apabila telah tersedia data keamanan vaksin yang memadai dan persetujuan penggunaan pada masa darurat (emergency use authorization) atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan.

*Khusus untuk Vaksin Sinovac berdasarkan rekomendasi PAPDI (perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia). Apabila terdapat perkembangan terbaru terkait pemberian pada komorbid untuk Vaksin Sinovac dan/atau untuk jenis vaksin lainnya akan ditentukan kemudian.

Tahapan pelaksanaan vaksinasi COVID 19 dilaksanakan sebagai berikut:

1. Tahap 1 dengan waktu pelaksanaan Januari-April 2021. Sasaran vaksinasi COVID-19 : Tahap  1  adalah  tenaga  kesehatan,  asisten  tenaga  kesehatan,  tenaga  penunjang  serta mahasiswa  yang  sedang  menjalani  pendidikan  profesi  kedokteran  yang  bekerja  pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

2. Tahap  2 dengan  waktu  pelaksanaan  Januari-April  2021 Sasaran  vaksinasi  COVID-19 tahap 2 adalah:

  • Petugas pelayanan publik yaitu Tentara Nasional Indonesia/Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.
  • Kelompok usia lanjut (≥ 60 tahun) .

3. Tahap 3 dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022

Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 3 adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi

4. Tahap 4 dengan waktu pelaksanaan April 2021-Maret 2022

Sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin.

Pentahapan dan penetapan kelompok prioritas penerima vaksin dilakukan dengan memperhatikan Roadmap WHO Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) serta kajian dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization).

Prinsip dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yaitu:

   1. Pemberian vaksinasi COVID-19 dilakukan oleh dokter, perawat atau bidan yang memiliki kompetensi.

   2. Pelaksanaan pelayanan vaksinasi COVID-19 tidak menganggu pelayanan imunisasi rutin dan pelayanan kesehatan lainnya

   3. Melakukan  skrining/penapisan  terhadap  status  kesehatan  sasaran  sebelum  dilakukan pemberian vaksinasi;

   4. Menerapkan protokol kesehatan; serta

   5. Mengintegrasikan  dengan  kegiatan  surveilans  COVID-19 terutama  dalam  mendeteksi kasus dan analisa

 

Alur Pelayanan Vaksinasi COVID-19

Mekanisme/alur pelayanan baik di puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya maupun pos pelayanan vaksinasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Sumber : PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN VAKSINASI DALAM RANGKA PENANGGULANGAN PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID-19)

Pemantauan dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi

Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi atau biasa disebut KIPI merupakan kejadian medik yang diduga berhubungan dengan vaksinasi. Kejadian ini dapat berupa reaksi vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi kecemasan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan.

KIPI diklasifikasikan serius apabila kejadian medik akibat setiap dosis vaksinasi yang diberikan menimbulkan kematian, kebutuhan untuk rawat inap, dan gejala sisa yang menetap serta mengancam jiwa. Klasifikasi serius KIPI tidak berhubungan dengan tingkat keparahan (berat atau ringan) dari reaksi KIPI yang terjadi.

Vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi COVID-19 ini masih termasuk vaksin baru sehingga untuk menilai keamanannnya perlu dilakukan surveilans pasif Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan surveilans aktif Kejadian Ikutan dengan Perhatian Khusus (KIPK).

Reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi COVID-19 hampir sama dengan vaksin yang lain. Beberapa gejala tersebut antara lain:

  1. Reaksi lokal, seperti:

  •  nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan,
  •  reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis.

 2. Reaksi sistemik seperti:

  •  demam,
  • nyeri otot seluruh tubuh (myalgia),
  • nyeri sendi (atralgia),
  •  badan lemah,
  •  sakit kepala

 3. Reaksi lain, seperti:

  • reaksi alergi misalnya urtikaria, oedem,
  • reaksi anafilaksis,
  • syncope (pingsan)

 Untuk reaksi ringan lokal seperti nyeri, bengkak dan kemerahan pada tempat suntikan, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk melakukan kompres dingin pada lokasi tersebut dan meminum obat paracetamol sesuai dosis.

Untuk reaksi ringan sistemik seperti demam dan malaise, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan meminum obat paracetamol sesuai dosis.

Sebagai penutup, masa pandemi COVID-19 yang telah menjangkiti sebagian besar negara pun hendaknya tidak menyurutkan semangat tenaga kesehatan untuk tetap menggaungkan pentingnya imunisasi dan vaksinasi, serta melakukan langkah-langkah penting untuk memastikan setiap masyarakat terutama kelompok rentan terlindungi dari penyakit-penyakit berbahaya termasuk COVID-19.

Sumber :

  1. 1. Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi Pada Masa Pandemi Covid-19. Direktort Surveilans dan Karantuna Direktorat Jendral Pencegaha dan Pengendalian Penyakit. Kementrian Kesehatan. 2020
  2. 2. Keputusan Direktur Jenderal  Pencegahan  dan  Pengendalian  Penyakit  Nomor HK.02.02/4/1/2021 Tentang Petnjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)

( Oleh ; dr. Anggra Fajriansyah, SpM(K) )

Kemajuan di bidang pelayanan kedokteran mata tidak lepas dari peran tekhnologi, khususnya di bidang mata, yang terus berkembang. Peran pemeriksaan penunjang  pencitraan mata (ophthalmic imaging) menjadi penting dalam membantu menegakkan diagnosis dan penatalaksanaan yang lebih terarah untuk berbagai kondisi kelainan mata.

Instalasi Penunjang yang dahulu dikenal sebagai Instalasi Elektrodiagnostik , Radiologi dan Laser Terapi Pusat Mata Nasional (PMN) Rumah Sakit Mata Cicendo memiliki berbagai peralatan pemeriksaan penunjang dan terapi laser mata yang terkini, diantaranya IOL Master 700, Specular microscope, Biometri, Keratometri, Non contact tonometry, Autorefraktometer, Interferometer, USG B scan, Ocular Coherence Tomography (OCT), Foto Fundus, Humphrey Visual field Analyzer (HFA), Visual Evoked Potential (VEP), Electroretinography (ERG), laser retina, laser peripheral iridotomy, Nd-YAG laser, Elektrokardiografi (EKG), foto rontgen dan Computerized Tomography (CT) Scan. Pemeriksaan penunjang diperlukan pada beberapa kelainan seperti di bidang katarak, glaukoma, retina, onkologi dan rekonstruksi mata, neurooftalmologi, pediatrik oftalmologi, refraksi dan lensa kontak, external eye disease, dan lain-lain.

Katarak merupakan penyebab kebutaan yang dapat dicegah (avoidable blindness) tertinggi pada populasi usia lanjut di Indonesia. Angka harapan hidup dan kebutuhan/permintaan kualitas penglihatan pasca operasi katarak yang meningkat pada kelompok usia ini, memacu kemajuan tekhnologi di bidang mata untuk terus berkembang meningkatkan keakuratan pemeriksaan dan prediksi ukuran lensa tanam (lensa intraokular)  pada operasi katarak. Berikut akan dibahas mengenai beberapa alat yang biasa digunakan untuk persiapan operasi katarak:

1. IOL Master

Merupakan tekhnologi pemeriksaan penunjang mata yang dapat meningkatkan ketepatan dalam perencanaan operasi katarak dalam hal pemilihan kekuatan (dioptri) lensa tanam. Alat IOL Master 700 yang digunakan di PMN RS Mata Cicendo merupakan alat termutakhir saat ini untuk mendukung keakuratan hasil pengukuran tersebut.

2. Biometri

Pemeriksaan ini merupakan alternatif pemeriksaan pada katarak matur (tebal) yang tidak dapat diperiksa menggunakan IOL Master. Hasil yang diperoleh berupa panjang bola mata, yang merupakan salah satu komponen penting dalam pengukuran lensa tanam.

3. Keratometri

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur kelengkungan kornea mata, yang akan melengkapi hasil pemeriksaan biometri dalam pengukuran lensa tanam pada operasi katarak.

4. B-scan USG (Ultrasonography)

Beberapa kasus khusus terutama pada katarak matur yang tidak memungkinkan pemeriksaan lapisan saraf mata (retina) menggunakan funduskopi indirek, gambaran pemeriksaan segmen posterior secara umum dapat diperiksa menggunakan B-scan USG.

5. Specular Microscope

Diperlukan untuk menilai morfologi sel-sel di lapisan kornea, termasuk penilaian sel-sel di lapisan endotel kornea yang penting dalam pertimbangan teknik operasi katarak yang digunakan serta prognosis setelah operasi katarak

6. Interferometry

Pemeriksaan ini dapat memprediksi fungsi retina/penglihatan yang dapat diperoleh setelah operasi katarak dilakukan.

Setelah operasi katarak dilakukan, masih dibutuhkan pemantauan berkala agar hasil tajam penglihatan setelah operasi dapat optimal. Pemeriksaan tekanan bola mata dengan menggunakan Non contact tonometry dan Autorefraktometer untuk pemeriksaan kondisi refraksi dapat dilakukan sebelum maupun sesudah operasi katarak. Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan pada seluruh pasien mata secara keseluruhan. Kadang pada beberapa orang terjadi katarak sekunder setelah beberapa lama operasi katarak dilakukan. Kekeruhan jaras visual akibat katarak sekunder tersebut dapat diatasi dengan terapi Nd-YAG laser.

Kelainan retina seperti retinopati diabetika dan age-related macular degeneration (AMD) yang merupakan penyebab gangguan penglihatan secara global membutuhkan pemeriksaan lebih detil untuk menilai kondisi, perbaikan maupun progresivitas penyakit. Beberapa pemeriksaan penunjang retina yang dapat dikerjakan antara lain Foto Fundus dan OCT. Foto Fundus menggunakan kamera khusus sehingga teknisi pencitraan mata dapat memperoleh dan mendokumentasi  gambaran retina di bagian dalam mata. Pemeriksaan non invasif ini dapat membantu penegakan diagnosis dan mendokumentasi perubahan kondisi retina secara serial. Ocular Coherence Tomography (OCT) merupakan pemeriksaan diagnostik non invasif yang menggunakan laser berkekuatan rendah untuk memeriksa dan mendokumentasi gambaran lapisan-lapisan bagian dalam retina, meliputi pemetaan dan pengukuran ketebalan masing-masing lapisan dan menilai kondisi anatomi dan kesehatan saraf optik, lapisan serabut saraf retina, lapisan sel ganglion retina, dan makula. Pemeriksaan ini berguna pada berbagai penyakit mata seperti AMD, edema macula dan glaucoma. Bila terapi dibutuhkan seperti pada kasus retinopati diabetik atau degenerasi perifer retina, dapat menggunakan laser PRP/ retina.

Glaukoma yang merupakan penyebab gangguan penglihatan sedang-berat dan kebutaan setelah katarak (data WHO tahun 2020). Pemeriksaan penunjang glaukoma yang biasa dilakukan adalah NCT, foto fundus, OCT, dan HFA. Foto fundus dan OCT dapat menilai dan mendokumentasi progresivitas kelainan saraf optik pada penderita glaukoma. Selain terjadi kerusakan saraf, kelainan lapang pandang merupakan penanda penting lainnya yang harus diobservasi, dapat menggunakan pemeriksaan Humphrey Visual field Analyzer (HFA). Monitoring penyempitan lapang pandang dapat didokumentasi secara serial. Laser peripheral iridotomy dapat dikerjakan untuk glaukoma sudut tertutup atas indikasi.

Kelainan saraf mata lainnya maupun kelainan yang melibatkan jaras penglihatan, mulai dari saraf optik hingga pusat penglihatan di otak, seperti pada pasien-pasien neurooftalmologi, retina, glaukoma dan pediatrik oftalmologi dapat ditelusuri dengan pemeriksaan foto fundus, OCT, ERG dan VEP. Elektroretinografi (ERG) adalah pemeriksaan yang mengukur respon listrik sel-sel pada lapisan saraf mata terhadap rangsangan cahaya yang diberikan, yang dikenal sebagai sel batang dan sel kerucut. Visual Evoked Potential (VEP) merupakan pemeriksaan yang mengukur sinyal listrik yang timbul di korteks visual (pusat penglihatan di otak) terhadap rangsangan cahaya. Pasien-pasien dewasa dan anak dengan hasil pemeriksaan anterior dan posterior mata yang tampak normal namun terdapat penurunan tajam penglihatan yang tidak jelas penyebabnya, dapat disarankan untuk dilakukan pemeriksaan ERG dan VEP ini. Hanya ada beberapa pusat pemeriksaan mata di Indonesia yang memiliki pemeriksaan ERG dan VEP, termasuk salah satunya di PMN RS Mata Cicendo.

Kelainan pada mata terkadang bukan hanya mengancam penglihatan, namun juga berpotensi menimbulkan atau sebagai penanda kelainan yang mengancam jiwa, seperti pada kasus-kasus tumor atau kelainan pembuluh darah di otak. Pemeriksaan pencitraan seperti CT scan dibutuhkan pada kondisi tersebut. Alat tersebut menggunakan sinar X-rays dari berbagai sudut disertai pemrosesan secara komputer yang menghasilkan potongan melintang secara komprehensif soket rangka mata, pembuluh darah dan jaringan lunak mata. Data gambaran tersebut dapat dilihat di komputer yang dapat memberikan informasi diantaranya berupa tumor dan fraktur tulang; deteksi trauma dan perdarahan internal; tumor, infeksi dan bekuan darah penyebab kelainan mata; deteksi kanker dan lainnya. Pelayanan CT scan juga mendukung pelayanan Retinoblastoma yang menjadi layanan unggulan sejak tahun 2015 di PMN RS Mata Cicendo. Retinoblastoma merupakan tumor ganas mata pada anak yang dapat menimbulkan kematian bila terlambat ditangani.

Pelayanan CT scan (128 slices) di PMN RS Mata Cicendo mulai beroperasi (soft opening) sejak November 2020 dan pada 10 April 2021 yang lalu diresmikan oleh Dirjen Yankes, Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp. THT-KL(K), MARS. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa pihaknya, sebagai pembina Rumah Sakit Pemerintah, menyambut baik adanya inovasi pelayanan kesehatan ini. Dirjen Yankes mengharapkan bahwa inovasi dan pengembangan pelayanan di PMN RS Mata Cicendo ini dapat diikuti oleh Rumah Sakit lainnya. Besar harapannya bahwa pelayanan ini dapat sebagai rujukan bagi masyarakat di Kota Bandung, seluruh Indonesia bahkan Internasional. Pada kesempatan yang sama, dr. Irayanti, SpM(K), MARS selaku Direktur Utama RS Mata Cicendo Bandung mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan rasa syukur yang amat besar karena impian Pelayanan CT scan dapat terpenuhi. Kebutuhan Pelayanan CT scan sebagai alat penunjang ini sangat dibutuhkan oleh pasien di poliklinik untuk menegakkan diagnosis penyakit khususnya pasien dengan penyakit kanker mata Retinoblastoma.

(Oleh : Dr Primawita Oktarima A, SpM(K), M.Kes)

PENGUMUMAN LELANG TRAFO KE 2 TANGGAL 18 NOVEMBER 2021

Lelang Bongkaran akibat dari Renovasi BMN berupa:
Transformator Tegangan Menengah UNINDO Primer 630 KVA (Cu) Sekunder 633 KVA (Cu)/3/53 Hz/4% (Trafo)

Infomasi : Pengumuman Lelang Online

 
Pengumuman Lelang Peralatan

- LELANG SCRAPT EX PERALATAN MESIN (1 PAKET)

  Infomrasi : Klik Pengumuman Lelang

- LELANG 1 UNIT BONGKARAN BERUPA TRAFO (1 UNIT)

  Infomrasi : Klik Pengumuman Lelang

- LELANG 1 PAKET BONGKARAN GEDUNG D, GEDUNG G, DAN GEDUNG B DAN PAVILLIUN LT 1 (1 PAKET)

  Infomrasi : Klik Pengumuman Lelang

 

Lelang Tahun 2020

Lelang online,  22 Juli 2020 dan batas jaminan terakhir 21 Juli 2020

Sahabat Mata, Rumah Sakit Mata Cicendo sebagai Pusat Mata Nasional yang berkiprah lebih dari satu abad memiliki dokter spesialis mata yang kompeten atau ahli dibidangnya seperti Vitreoretina, Neuro Oftalmologi, Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus, Glaukoma, Katarak Bedah Refraktif, Infeksi dan Imunologi, Rekonstruksi Okuloplasti dan Onkologi, Refraksi Low Vision dan Lensa Kontak, juga Oftalmologi Komunitas.

SYARAT DAN KETENTUAN
• Peserta Vaksin WAJIB telah terdaftar & memiliki kode Tiket Vaksin di pedulilindungi.id (yang tidak memiliki tidak akan dilayani)
• Daftarkan secara online melalui link bit.ly/vaksincicendo
• Usia 12-17 tahun (kategori anak/remaja), & Usia minimal 18 tahun (dewasa)
• Informasi waktu pelaksanaan vaksinasi akan diberitahukan melalui Whatsapp (WA) atau SMS
• Membawa fotokopi KTP (semua domisili), menunjukan bukti tiket vaksin, & menunjukan bukti pemberitahuan melalui WA atau SMS pada petugas di lokasi vaksinasi
• Datang sesuai waktu yang ditentukan & membawa balpoin
• Menggunakan baju longgar di area lengan atas untuk memudahkan pemberian vaksinasi
• Datang menggunakan masker medis dengan kondisi sehat, ibu hamil (usia kehamilan diatas 12 minggu), dan membawa surat keterangan kelayakan di vaksin dari dokter untuk peserta yang memiliki penyakit tertentu
• Penyelenggara berhak menolak bila peserta vaksin tidak memenuhi persyaratan, & pendaftaran ditutup bila kuota telah terpenuhi

PEMGUMUMAN PENERIMAAN PEGAWAI KONTRAK, HARIAN LEPAS DAN TENAGA RELAWAN

Untuk Informasi Penerimaan dapat di lihat pada link di bawah ini :

1. Penerimaan Pegawai KOntrak dan Harian Lepas Klik Disini

2. Penerimaan Tenaga Relawan Klik Disini

 

 

Visi dan Misi

Visi dan Misi Tahun 2020 - Tahun 2024

Visi

To Be Excellent Eye Care 

Misi

Eye Care for Everyone Seeing Better World 

• Eye care:
Memberikan pelayanan kesehatan mata
• For everyone:
Pelayanan yang tidak diskriminatif, kepada seluruh warga masyarakat
• Better world:
Melihat dunia dengan lebih baik

Visitor

Today665
Yesterday741
This week665
This month10415
Total10415

Who Is Online

5
Online

TI & SIRS 2021 © Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo. All Rights Reserved.