Rabu, 24 November 2021 14:09

Pemeriksaan Penunjang Mata untuk Mendukung Kualitas Pemeriksaan dan Pengobatan Mata yang lebih Optimal

Written by
Rate this item
(1 Vote)

Kemajuan di bidang pelayanan kedokteran mata tidak lepas dari peran tekhnologi, khususnya di bidang mata, yang terus berkembang. Peran pemeriksaan penunjang  pencitraan mata (ophthalmic imaging) menjadi penting dalam membantu menegakkan diagnosis dan penatalaksanaan yang lebih terarah untuk berbagai kondisi kelainan mata.

Instalasi Penunjang yang dahulu dikenal sebagai Instalasi Elektrodiagnostik , Radiologi dan Laser Terapi Pusat Mata Nasional (PMN) Rumah Sakit Mata Cicendo memiliki berbagai peralatan pemeriksaan penunjang dan terapi laser mata yang terkini, diantaranya IOL Master 700, Specular microscope, Biometri, Keratometri, Non contact tonometry, Autorefraktometer, Interferometer, USG B scan, Ocular Coherence Tomography (OCT), Foto Fundus, Humphrey Visual field Analyzer (HFA), Visual Evoked Potential (VEP), Electroretinography (ERG), laser retina, laser peripheral iridotomy, Nd-YAG laser, Elektrokardiografi (EKG), foto rontgen dan Computerized Tomography (CT) Scan. Pemeriksaan penunjang diperlukan pada beberapa kelainan seperti di bidang katarak, glaukoma, retina, onkologi dan rekonstruksi mata, neurooftalmologi, pediatrik oftalmologi, refraksi dan lensa kontak, external eye disease, dan lain-lain.

Katarak merupakan penyebab kebutaan yang dapat dicegah (avoidable blindness) tertinggi pada populasi usia lanjut di Indonesia. Angka harapan hidup dan kebutuhan/permintaan kualitas penglihatan pasca operasi katarak yang meningkat pada kelompok usia ini, memacu kemajuan tekhnologi di bidang mata untuk terus berkembang meningkatkan keakuratan pemeriksaan dan prediksi ukuran lensa tanam (lensa intraokular)  pada operasi katarak. Berikut akan dibahas mengenai beberapa alat yang biasa digunakan untuk persiapan operasi katarak:

1. IOL Master

Merupakan tekhnologi pemeriksaan penunjang mata yang dapat meningkatkan ketepatan dalam perencanaan operasi katarak dalam hal pemilihan kekuatan (dioptri) lensa tanam. Alat IOL Master 700 yang digunakan di PMN RS Mata Cicendo merupakan alat termutakhir saat ini untuk mendukung keakuratan hasil pengukuran tersebut.

2. Biometri

Pemeriksaan ini merupakan alternatif pemeriksaan pada katarak matur (tebal) yang tidak dapat diperiksa menggunakan IOL Master. Hasil yang diperoleh berupa panjang bola mata, yang merupakan salah satu komponen penting dalam pengukuran lensa tanam.

3. Keratometri

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengukur kelengkungan kornea mata, yang akan melengkapi hasil pemeriksaan biometri dalam pengukuran lensa tanam pada operasi katarak.

4. B-scan USG (Ultrasonography)

Beberapa kasus khusus terutama pada katarak matur yang tidak memungkinkan pemeriksaan lapisan saraf mata (retina) menggunakan funduskopi indirek, gambaran pemeriksaan segmen posterior secara umum dapat diperiksa menggunakan B-scan USG.

5. Specular Microscope

Diperlukan untuk menilai morfologi sel-sel di lapisan kornea, termasuk penilaian sel-sel di lapisan endotel kornea yang penting dalam pertimbangan teknik operasi katarak yang digunakan serta prognosis setelah operasi katarak

6. Interferometry

Pemeriksaan ini dapat memprediksi fungsi retina/penglihatan yang dapat diperoleh setelah operasi katarak dilakukan.

Setelah operasi katarak dilakukan, masih dibutuhkan pemantauan berkala agar hasil tajam penglihatan setelah operasi dapat optimal. Pemeriksaan tekanan bola mata dengan menggunakan Non contact tonometry dan Autorefraktometer untuk pemeriksaan kondisi refraksi dapat dilakukan sebelum maupun sesudah operasi katarak. Pemeriksaan ini juga dapat dilakukan pada seluruh pasien mata secara keseluruhan. Kadang pada beberapa orang terjadi katarak sekunder setelah beberapa lama operasi katarak dilakukan. Kekeruhan jaras visual akibat katarak sekunder tersebut dapat diatasi dengan terapi Nd-YAG laser.

Kelainan retina seperti retinopati diabetika dan age-related macular degeneration (AMD) yang merupakan penyebab gangguan penglihatan secara global membutuhkan pemeriksaan lebih detil untuk menilai kondisi, perbaikan maupun progresivitas penyakit. Beberapa pemeriksaan penunjang retina yang dapat dikerjakan antara lain Foto Fundus dan OCT. Foto Fundus menggunakan kamera khusus sehingga teknisi pencitraan mata dapat memperoleh dan mendokumentasi  gambaran retina di bagian dalam mata. Pemeriksaan non invasif ini dapat membantu penegakan diagnosis dan mendokumentasi perubahan kondisi retina secara serial. Ocular Coherence Tomography (OCT) merupakan pemeriksaan diagnostik non invasif yang menggunakan laser berkekuatan rendah untuk memeriksa dan mendokumentasi gambaran lapisan-lapisan bagian dalam retina, meliputi pemetaan dan pengukuran ketebalan masing-masing lapisan dan menilai kondisi anatomi dan kesehatan saraf optik, lapisan serabut saraf retina, lapisan sel ganglion retina, dan makula. Pemeriksaan ini berguna pada berbagai penyakit mata seperti AMD, edema macula dan glaucoma. Bila terapi dibutuhkan seperti pada kasus retinopati diabetik atau degenerasi perifer retina, dapat menggunakan laser PRP/ retina.

Glaukoma yang merupakan penyebab gangguan penglihatan sedang-berat dan kebutaan setelah katarak (data WHO tahun 2020). Pemeriksaan penunjang glaukoma yang biasa dilakukan adalah NCT, foto fundus, OCT, dan HFA. Foto fundus dan OCT dapat menilai dan mendokumentasi progresivitas kelainan saraf optik pada penderita glaukoma. Selain terjadi kerusakan saraf, kelainan lapang pandang merupakan penanda penting lainnya yang harus diobservasi, dapat menggunakan pemeriksaan Humphrey Visual field Analyzer (HFA). Monitoring penyempitan lapang pandang dapat didokumentasi secara serial. Laser peripheral iridotomy dapat dikerjakan untuk glaukoma sudut tertutup atas indikasi.

Kelainan saraf mata lainnya maupun kelainan yang melibatkan jaras penglihatan, mulai dari saraf optik hingga pusat penglihatan di otak, seperti pada pasien-pasien neurooftalmologi, retina, glaukoma dan pediatrik oftalmologi dapat ditelusuri dengan pemeriksaan foto fundus, OCT, ERG dan VEP. Elektroretinografi (ERG) adalah pemeriksaan yang mengukur respon listrik sel-sel pada lapisan saraf mata terhadap rangsangan cahaya yang diberikan, yang dikenal sebagai sel batang dan sel kerucut. Visual Evoked Potential (VEP) merupakan pemeriksaan yang mengukur sinyal listrik yang timbul di korteks visual (pusat penglihatan di otak) terhadap rangsangan cahaya. Pasien-pasien dewasa dan anak dengan hasil pemeriksaan anterior dan posterior mata yang tampak normal namun terdapat penurunan tajam penglihatan yang tidak jelas penyebabnya, dapat disarankan untuk dilakukan pemeriksaan ERG dan VEP ini. Hanya ada beberapa pusat pemeriksaan mata di Indonesia yang memiliki pemeriksaan ERG dan VEP, termasuk salah satunya di PMN RS Mata Cicendo.

Kelainan pada mata terkadang bukan hanya mengancam penglihatan, namun juga berpotensi menimbulkan atau sebagai penanda kelainan yang mengancam jiwa, seperti pada kasus-kasus tumor atau kelainan pembuluh darah di otak. Pemeriksaan pencitraan seperti CT scan dibutuhkan pada kondisi tersebut. Alat tersebut menggunakan sinar X-rays dari berbagai sudut disertai pemrosesan secara komputer yang menghasilkan potongan melintang secara komprehensif soket rangka mata, pembuluh darah dan jaringan lunak mata. Data gambaran tersebut dapat dilihat di komputer yang dapat memberikan informasi diantaranya berupa tumor dan fraktur tulang; deteksi trauma dan perdarahan internal; tumor, infeksi dan bekuan darah penyebab kelainan mata; deteksi kanker dan lainnya. Pelayanan CT scan juga mendukung pelayanan Retinoblastoma yang menjadi layanan unggulan sejak tahun 2015 di PMN RS Mata Cicendo. Retinoblastoma merupakan tumor ganas mata pada anak yang dapat menimbulkan kematian bila terlambat ditangani.

Pelayanan CT scan (128 slices) di PMN RS Mata Cicendo mulai beroperasi (soft opening) sejak November 2020 dan pada 10 April 2021 yang lalu diresmikan oleh Dirjen Yankes, Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp. THT-KL(K), MARS. Pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan bahwa pihaknya, sebagai pembina Rumah Sakit Pemerintah, menyambut baik adanya inovasi pelayanan kesehatan ini. Dirjen Yankes mengharapkan bahwa inovasi dan pengembangan pelayanan di PMN RS Mata Cicendo ini dapat diikuti oleh Rumah Sakit lainnya. Besar harapannya bahwa pelayanan ini dapat sebagai rujukan bagi masyarakat di Kota Bandung, seluruh Indonesia bahkan Internasional. Pada kesempatan yang sama, dr. Irayanti, SpM(K), MARS selaku Direktur Utama RS Mata Cicendo Bandung mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan rasa syukur yang amat besar karena impian Pelayanan CT scan dapat terpenuhi. Kebutuhan Pelayanan CT scan sebagai alat penunjang ini sangat dibutuhkan oleh pasien di poliklinik untuk menegakkan diagnosis penyakit khususnya pasien dengan penyakit kanker mata Retinoblastoma.

(Oleh : Dr Primawita Oktarima A, SpM(K), M.Kes)

Read 42 times Last modified on Rabu, 24 November 2021 14:43
Login to post comments

Visi dan Misi

Visi dan Misi Tahun 2020 - Tahun 2024

Visi

To Be Excellent Eye Care 

Misi

Eye Care for Everyone Seeing Better World 

• Eye care:
Memberikan pelayanan kesehatan mata
• For everyone:
Pelayanan yang tidak diskriminatif, kepada seluruh warga masyarakat
• Better world:
Melihat dunia dengan lebih baik

TI & SIRS 2021 © Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo. All Rights Reserved.

Search