Tatalaksana Komplikasi Argentinian Flag pada Kapsuloreksis

Katarak merupakan salah satu kelainan yang paling sering ditemui pada bidang ilmu kesehatan mata dan menjadi salah satu penyebab terbesar kebutaan yang dapat dihindari. Tatalaksana definitif dari keadaan ini adalah tindakan pembedahan yang meliputi ekstraksi lensa dan pemasangan lensa intra okular (LIO). Tindakan operasi katarak merupakan tindakan yang rumit dan mempunyai resiko komplikasi yang cukup banyak. Komplikasi yang dapat terjadi pada operasi katarak, khususnya pada tahap kapsuloreksis adalah Argentinian flag sign. Argentinian flag sign biasanya ditemukan intra operasi pada pasien dengan katarak tipe white intumescent. Istilah Argentinian flag merujuk kepada penampakan warna biru-putih-biru yang menyerupai bendera argentina akibat adanya robekan radial pada kapsul anterior yang telah diwarnai oleh tryphan blue.

Argentinian flag sign merupakan istilah yang dipopulerkan oleh Daniel Mario Perrone yang dipresentasikan pada American Society of Cataract and Refractive Surgery dan the European Society of Cataract and Refractive Surgeons pada tahun 2000. Komplikasi kapsuloreksis ini terjadi apabila adanya tekanan positif intra lentikuler yang membuat robekan kapsuloreksis melebar keluar. Argentinian flag terjadi pada awal pembuatan robekan kapsul anterior lensa yang meluas dengan sendirinya. Hal ini diyakini akibat adanya tekanan intra kapsular lensa yang membuat nucleus terdorong ke anterior dan menyebabkan robekan yang meluas dengan cepat dan tidak terkontrol secara radial. Argentinian flag jarang terjadi pada katarak hipermatur atau morgagni karena keadaan tersebut terjadi peluruhan korteks dan nucleus yang bebas bergerak didalam kapsul yang menyebabkan tekanan dapat tersebar dengan gaya yang sama ke semua arah.

Argentinian flag umumnya terjadi pada katarak white intumescent dengan adanya sedikit hiperhidrasi dari serat lensa. Serat lensa terhidrasi ini menyebabkan tekanan anterior dan posterior dalam kapsul yang dipisahkan oleh ekuator korteks yang belum mencair sehingga masih kontak dengan kapsul. Selama capsulotomy ketika tekanan intralentikular anterior menyamai tekanan kamera okuli anterior (COA), perbedaan dalam tekanan yang disebabkan oleh tekanan intralentikular posterior yang tersisa menyebabkan nucleus lensa terdorong ke anterior sehingga menimbulkan regangan pada kapsul anterior. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian ini antara lain pemeliharaan tekanan pada COA dengan menggunaan cairan viskoelastik yang tidak memadai, atapun tekanan pada posterior lensa yang berlebih akibat reflek valsava pasien yang tidak dianestesi dengan baik.

Tatalaksana terbaik terhadap Argentinian flag adalah menghindarinya dengan cara mengetahui pasien yang mempunyai kemungkinan besar untuk terjadi komplikasi ini dan menempuh langkah langkah untuk mencegah terjadi pada pasien pasien tersebut. Hal terpenting yang perlu dilakukan apabila terjadi Argentinian flag adalah mencegah meluasnya robekan kearah posterior dan mengurangi kehilangan vitreous. Operator dapat memperbaiki komplikasi ini dengan cara memasukkan cairan viskoelastik tambahan untuk mendatarkan permukaan kapsul anterior disusul dengan percobaan untuk mengarahkan robekan yang terjadi kearah yang diinginkan.

Robekan radial yang lebar dan mencapai bawah iris akan sulit untuk diarahkan kembali ke robekan Kapsulorrhexis curvilinear kontinu (CCC) yang diinginkan. Operator memiliki beberapa pilihan yang dapat dikerjakan, antara lain merubah teknik operasi menjadi ekstraksi katarak ekstrakapsular, melanjutkan fakoemulsifikasi di COA dengan teknik stop and chop, fakoemulsifikasi didalam kantung kapsuler tanpa melakukan hidrodiseksi terlebih dahulu. Operator dapat memodifikasi kapsulotomi dengan membuat guntingan kecil pada robekan kapsul dan membuat kapsulotomi yang melingkar di kedua sisi robekan.

oleh : Akbar Yoga Wibawa, dr / dr. Andrew M.H. Knoch, Sp. M(K) MKes

PMN RS Mata Cicendo / Ilmu Kesehatan Mata FK Unpad

 

 





 

 

 

 

 

Survey Kepuasan

Visi dan Misi

Visi

Menjadi Rumah Sakit Mata Rujukan Nasional yang berstandar internasional di bidang pelayanan, pendidikan dan penelitian kesehatan mata pada tahun 2019.

 

Misi

1. Memberikan pelayanan kesehatan mata yang paripurna sesuai dengan standar dunia yang berorientasi pada kepuasan bagi seluruh lapisan masyarakat, terjangkau, merata, dan berkeadilan.

2. Memberikan peluang dan lingkungan yang kondusif untuk penyelenggaraan pendidikan kesehatan mata yang inovatif.

3. Menyelenggarakan penelitian dan pengembangan serta penapisan ilmu dan teknologi di bidang kesehatan mata.

4. Melaksanakan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan mata.

5. Meningkatkan upaya kemitraan secara global.

6. Meningkatkan profesionalisme pegawai

 

TI & SIRS 2018 © Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo. All Rights Reserved.