Vinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo Slider

 




 

Login Form



Follow Us

Who's Online

 Tamu : 35 
Home
Cicendo Eye Hospital
Bakti Sosial Operasi Katarak PDF Cetak E-mail

Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia. Dengan meningkatnya usia harapan hidup, maka prevalensi gangguan penglihatan dan kebutaan juga akan cenderung semakin meningkat karena katarak merupakan salah satu masalah kesehatan utama khususnya pada usia lanjut.

Untuk itulah Kebutaan akibat penyakit Katarak mendapat perhatian khusus dari Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia yang didukung oleh program CSR PT Sido Muncul dengan dilaksanakannya Bakti Sosial Operasi Katarak di beberapa wilayah di Indonesia khususnya pada tahun 2012.

PMN RS Mata Cicendo/Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) Jawa Barat turut berperan dalam pelaksanaan kegiatan upaya penanggulangan kebutaan –bakti sosial operasi katarak di Indonesia seperti di daerah-daerah di Jawa Barat, Wakatobi, dan Belitung.

Atas upaya dan peran serta dalam penanggulangan kebutaan ini, pada hari Jum’at, 7 Desember 2012 Perdami khususnya PMN RS Mata Cicendo/Perdami Jawa Barat mendapat apresiasi dari PT Sido Muncul. Penghargaan diberikan langsung oleh Direktur Utama PT. Sido Muncul Irwan Hidayat diterima oleh Ketua Perdami Jawa Barat, Dr. Budiman, SpM(K), M.Kes, turut disaksikan oleh Wakil Presiden RI, Menteri Kesehatan RI dan Ketua Umum PP PERDAMI.

Kepedulian dan dukungan dari semua pihak dalam upaya penanggulangan kebutaan khususnya buta katarak sangat penting dalam upaya menurunkan angka kebutaan di Indonesia.

 

Terakhir Diupdate pada Kamis, 13 Desember 2012 09:49
 
LEBIH NYAMAN TANPA KACAMATA

CICENDO LASIK CENTER: KELAINAN REFRAKSI BUKAN LAGI MASALAH

Mata, salah satu indera manusia yang sangat kompleks dan seringkali kurang terperhatikan. Keluhan-keluhan seputar mata biasanya baru akan ditangani apabila sudah mengganggu aktifitas sehari-hari.

Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), kelainan refraksi merupakan penyebab utama gangguan penglihatan. Untuk sebagian masyarakat, kelainan refraksi seperti myiopia (minus), hipermetropia (plus), dan astigmatisma (silindris) dianggap mengganggu karena kepentingan tertentu. Kelainan refraksi didefinisikan sebagai kelainan pembiasan cahaya sehingga bayangan tidak fokus tepat di retina sehingga mengakibatkan penglihatan menjadi kabur. Kelainan ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata, lensa kontak, operasi pemasangan lensa, operasi phakic IOL, dan LASIK.
LASIK (Laser Assisted In Situ Keratomileusis) merupakan suatu prosedur menggunakan sinar laser untuk menipiskan jaringan kornea pasien sehingga kelainan refraksi, seperti myiopia, hipermetropia, dan astigmatisma dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan, apabila telah memenuhi persyaratan tertentu. Tindakan LASIK dilakukan pada pasien tanpa rawat inap dengan bius lokal dan dilakukan langsung pada dua mata.
Menyadari semakin pentingnya pengobatan kelainan refraksi, maka sejak tahun 2007 Cicendo LASIK Center hadir sebagai salah satu pelayanan unggulan yang ada di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Sebagai rumah sakit mata satu-satunya milik pemerintah RI tidak menjadi hambatan untuk dapat memiliki mesin LASIK sebagai bukti kepedulian terhadap kebutuhan pengobatan kelainan refraksi yang semakin meningkat.

V-LASIK menjadi kebanggaan Cicendo Lasik Center karena yang pertama di Indonesia serta merupakan alat mutakhir dan canggih dimana memiliki keunggulan untuk memotong kornea dengan sistem Femtosecond Laser, tentu saja relatif lebih nyaman, aman, dan tingkat akurasi lebih baik.

Jadi, bagi Anda yang memiliki kelainan refraksi dan ingin mendapatkan pelayanan kesehatan mata paripurna, tidak perlu khawatir, karena saat ini kelainan refraksi bukan lagi masalah bagi Anda. Cicendo Lasik Center dan Poliklinik Paviliun Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung akan memberikan solusi terbaik bagi pasien karena kami menyadari betapa berharganya penglihatan Anda.


Cicendo LASIK Center 022 – 4260464

 
KEBUTAAN AKIBAT "GLAUKOMA" DAPAT DICEGAH PDF Cetak E-mail

Glaukoma adalah penyakit saraf optik yang menyebabkan kerusakan secara fungsional dan anatomi di mata. Biasanya disebabkan terjadinya tekanan pada bola mata. Penderita glaukoma akan mengalami kerusakan fungsional di mata, mengalami penyempitan pandangan dan kerusakan anatomi berupa bertambahnya cekungan di saraf optik.

Penderita glaukoma sering tidak menyadari adanya gangguan penglihatan sampai terjadi kerusakan penglihatan yang sudah lanjut. Diperkirakan 50% penderita glaukoma tidak menyadari mereka menderita penyakit tersebut sampai mereka mengalami kerusakan mata yang parah.


Glaukoma bisa menyerang siapa saja. Penanganan dini sebelum parah adalah jalan satu-satunya cara untuk menghindari kerusakan penglihatan serius akibat glaukoma. Jika mempunyai ciri-ciri berikut ini, sebaiknya Anda rutin memeriksakan kesehatan mata:

  • Ada keluarga Anda yang menderita glaukoma.
  • Tekanan bola mata tinggi (mata Anda cepat lelah).
  • Anda menderita miopia atau rabun jauh.
  • Anda menderita diabetes atau kencing manis.
  • Anda menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Migrain atau penyempitan pembuluh darah otak (sirkulasi darah buruk)
  • Pernah mengalami kecelakaan/operasi pada mata sebelumnya
  • Menggunakan steroid (cortisone) dalam jangka waktu lama

Beberapa jenis Glaukoma:

  • Glaukoma primer : terjadi orang yang memiliki bakat glukoma.
  • Glaukoma sekunder : terjadi setelah ada penyebab yang mendahuluinya (misalnya gangguan vaskuler, hipertense dan diabetes).
  • Glaukoma kronis (lambat): terjadi tekanan pada bola mata. Tak ada rasa nyeri, tapi lapang pandangan akan menyempit secara perlahan-lahan.
  • Glaukoma akut (tiba-tiba): terjadi tekanan disudut bilik mata depan. Serangan menimbulkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan kerusakan permanen bila tidak segera diobati.
  • Glaukoma kongenital: biasa terjadi pada saat kelahiran atau segera setelah kelahiran. Biasanya disebabkan oleh sistem saluran pembuangan cairan di dalam mata tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya tekanan bola mata meningkat terus dan menyebabkan pembesaran mata bayi, bagian depan mata berair dan berkabut dan peka terhadap cahaya.

Cara Pencegahan:

  • Periksa kesehatan mata secara teratur.
  • Segera periksakan mata jika pandangan terasa kabur, remang dan sempit.
  • Waspada jika memiliki penyakit hipertensi atau diabetes.
  • Waspada jika di dalam keluarga ada yang memiliki riwayat penyakit ini.
  • Jika divonis menderita glaukoma, harus disiplin berobat agar tidak menjadi buta.

(dari berbagai sumber)

 
Pelatihan penanggulangan bencana dan penyelamatan (Evakuasi) PDF Cetak E-mail

Dalam rangka tanggap bencana di lingkungan PMN RS Mata Cicendo diadakan Pelatihan Penanggulangan Bencana dan Penyelamatan (Evakuasi) yang diantaranya tentang Mitigasi Bencana, Keselamatan Petugas, Praktik Penanggulangan Bencana dan Evakuasi. Para Staf PMN RS Mata Cicendo mendapat pembekalan ini selama 2 (dua) hari yaitu 7 – 8 Desember 2012 yang dibimbing langsung oleh Bidang Pembinaan dan Penyuluhan Dinas Kebakaran Kota Bandung.

 

 

 
Mata adalah Jendela Dunia PDF Cetak E-mail

Ungkapan "Mata adalah Jendela Dunia" memang tepat, karena mata berperan penting dalam hidup kita.  Kelainan atau gangguan penglihatan dapat menurunkan produktifitas dan bukannya tidak mungkin dapat berpengaruh khususnya pada masa depan seorang anak.  Tentu saja hal ini dapat dicegah dengan deteksi dini kelainan mata pada anak.

Katarak anak atau kongenital merupakan salah satu gangguan yang terjadi pada seorang anak.  Pemeriksaan mata yang menyeluruh oleh seorang dokter ahli mata dapat mendiagnosa dini katarak kongenital.

Pada Talkshow Peringatan Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day yang dipandu  oleh Andy "Kick Andy" F Noya terlihat seorang anak yang mengalami gangguan penglihatan, dimana anak yang lucu ini dan saudara kembarnya sebelumnya  menderita katarak Kongenital.  Saat ini kedua anak tersebut sudah dapat tersenyum kembali melihat indahnya dunia dan senyum kasih sayang kedua orangtuanya setelah dilakukan tindakan pada matanya oleh dokter spesialis mata anak (pediatrik oftalmologi) di Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo yaitu DR.Dr. Feti K Memed, SpM(K), M.Kes.

"Sayangilah anak kita dengan memeriksakan kesehatan matanya sedini mungkin demi masa depannya kelak"

 

 
« MulaiSebelumnya1112131415161718BerikutnyaAkhir »

Halaman 17 dari 18


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.