Vinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo Slider

 

Follow Us

Who's Online

 Tamu : 77 
Cicendo Eye Hospital
Hari Penglihatan seDunia (World Sight Day) 2016 PDF Cetak E-mail

World Sight Day 2016
"Stronger Together
Solid & Bersama Kita Cegah Kebutaan

Kebutaan merupakan salah satu penyebab menurunnya produktivitas seseorang. Oleh sebab itu, Negara bahkan dunia bertanggung jawab untuk mengurangi angka kebutaan. Sebagai salah satu bukti dunia berperan dalam mengurangi angka kebutaan, yaitu dengan adanya peringatan hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) setiap hari Kamis minggu ke-2 di bulan Oktober. Peringatan ini diprakarsai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dalam hal ini Vision 2020. Pada tahun 2016 ini, World Sight Day jatuh pada hari Kamis, tanggal 13 Oktober 2016 dengan tema ”Stronger Together”.

Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, satu-satunya rumah sakit khusus mata milik Pemerintah, tidak pernah berhenti berkiprah dalam bidang kesehatan mata dan telah memberikan pelayanan pada masyarakat luas. Salah satu langkah nyata untuk mendukung pencapaian Vision 2020, RumahS akit Mata Cicendo mengadakan kegiatan World Sight Day yang melibatkan masyarakat luas dalam bentuk pameran dan edukasi.

Rangkaian acara yang akan diselenggarakan,yaitu upacara dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia yang akan diikuti oleh seluruh pegawai Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo pada hari Kamis tanggal 13 Oktober 2016 mulai pukul 07.00 WIB ditandai dengan Komitmen Bersama RS Mata Cicendo – Bersama Kita Cegah Kebutaan, dalam mewujudkan Indonesia yang bebas buta katarak, sebagai penyebab utama kebutaan yang ada di Indonesia.

Acara dilanjutkan dengan Talkshow Bersama Kita Cegah Kebutaan dengan narasumber Direktur Utama, dr. Irayanti, SpM(K), MARS di Radio B 95,6 FM yang disiarkan langsung dari RS Mata Cicendo Bandung pukul 10.00 – 11.00 WIB. Rangkaian acara Peringatan WSD 2016 pada hari Kamis ditutup oleh acara Siang Klinik dengan narasumber dokter spesialis mata ahli katarak, dr. Emmy Dwi Sugiarti, SpM, yang rencananya akan diikutioleh 150 orang bertempat di Gedung B mulai pukul 11.00 – 12.00 WIB

Pada hari Sabtu tanggal 15 Oktober 2016, RS Mata Cicendo kembali menggelarTalkshow di Radio B 95,6 FM, masih dengan tema Bersama Kita Cegah Kebutaan mulaipukul 08.00–09.00 WIB dengan narasumber Direktur Medik dan Keperawatan, Dr. dr. Feti Karfiati M, SpM(K), MKes.

Puncak acara Peringatan WSD 2016 dilaksanakan di area Car Free Day, Dago Cikapayang mulai pukul 06.00–10.00 WIB yang akan dihadiri oleh Walikota Bandung, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, jajaran Direksi Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo, dan masyarakat Kota Bandung. Adapun puncak acara Peringatan WSD 2016 dimulai dengan Zumba dan Line Dance, penapisan tajam penglihatan, konsultasi dengan dokter ahli, games dan hiburan, dengan puncaknya adalah Launching Jargon 1 atau 6 dan Pembagian 1000 Kacamata Gratis secara simbolis oleh Walikota Bandung dan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat.

Melalui Peringatan WSD 2016 ini, kami menghimbau semua pihak untuk lebih peduli terhadap masalah kebutaan yang dialami oleh penduduk Indonesia, dimana sebagian besar diantaranya adalah masyarakat kurang mampu. Mari bekerjasama untuk penanggulangan gangguan penglihatan dan kebutaan untukmasyarakat Indonesia yang produktif bebas katarak.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Instalasi Pemasaran, Promosi Kesehatan dan Humas
Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo
Jl. Cicendo No. 4 Bandung 4011, Telp. 022 – 423 1280, 81 Faks. 022 – 4201960
Cicendo LASIK Center 022 – 426 0464
Gawat Darurat 022 – 426 0456

 
Siang Klinik - Stroke Saraf Optik PDF Cetak E-mail

Hari ini, Rabu, 28 September 2016, dalam rangka Hari Jantung Sedunia yang akan jatuh pada tanggal 29 September besok, Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung menyelenggarakan acara Siang Klinik dengan tema Stroke Saraf Optik, bertempat di ruang tunggu pasien lantai 3 Gedung B. Acara Siang Klinik kali ini menampilkan narasumber dokter spesialis mata dengan sub spesialisasi Neuro Oftamologi, yaitu dr. Antonia Kartika, SpM(K), MKes.


Stroke saraf optik dapat terjadi akibat gangguan aliran darah menuju saraf optik. Pasien mengeluhkan mendadak buram atau berkurangnya luas lapangan pandang. Kebiasaan merokok, penyakit kencing manis, hipertensi, kadar kolesterol darah tinggi dan kekentalan darah yang meningkat dapat menyebabkan stroke saraf optik. Penanganan stroke saraf optik harus segera komprehensif melibatkan disiplin ilmu lain, selain dokter mata seperti internist. Perlunya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan rutin darah dan pemeriksaan mata rutin untuk mencegah stroke saraf optik.

Materi lengkap acara Siang Klinik Stroke Saraf Optik dapat diunduh.

(Ria Darmasari – Kepala Instalasi Pemasaran, Promosi Kesehatan, dan Humas RS Mata Cicendo Bandung)

Terakhir Diupdate pada Senin, 21 November 2016 08:23
 
Kemerdekaan Penglihatan PDF Cetak E-mail
Kamis, 01 September 2016 12:16

 

Hari Rabu, 31 Agustus 2016, dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-71, Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung menyelenggarakan acara Siang Klinik dengan tema Kemerdekaan Penglihatan, bertempat di ruang tunggu pasien lantai 2 Gedung B.

Acara Siang Klinik kali ini menampilkan narasumber dokter spesialis mata dengan sub spesialisasi Refraksi, Low Vision, dan Lensa Kontak, yaitu Dr. dr. Karmelita Satari, SpM(K). Dengan harapan masyarakat mendapatkan kemerdekaan penglihatan, Dr. Karmelita Satari menyampaikan bahwa pencanangan Vision 2020 di seluruh dunia bermaksud agar semua yang memungkinkan melihat harus diusahakan bisa melihat; yang dapat diobati harus diobati; yang dapat dioperasi harus dioperasi; dan yang dapat dikoreksi oleh kacamata, lensa kontak atau yang lain, harus dikoreksi sehingga mereka berhak melihat.

Kemampuan melihat dengan baik membantu ketrampilan berkomunikasi, perkembangan emosi, memahami konsep perkembanan motorik, kognisi, meningkatkan kualitas hidup dan kepercayaan diri seseorang.
Kelainan refraksi merupakan penyebab tajam penglihatan  kedua terendah di Indonesia setelah katarak, sehingga harus dicari dan dilakukan koreksi kacamata.
Bagaimana bila kita mengalami kelainan refraksi yang ditandai oleh penglihatan buram? Periksakanlah ke dokter mata terdekat.

Materi lengkap acara Siang Klinik Kemerdekaan Penglihatan dapat diunduh di sini

M E R D E K A ! ! ! ! !

 

Terakhir Diupdate pada Kamis, 01 September 2016 12:30
 
Workshop Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) PDF Cetak E-mail

Di era globalisasi dimana teknologi informasi semakin maju, batas antarnegara semakin tidak terlihat. Masyarakat dengan mudahnya mencari pengobatan di mana saja, baik di dalam maupun di luar negeri. Perubahan tersebut perlu diikuti dengan peningkatan mutu rumah sakit di Indonesia, termasuk Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Walaupun telah memenuhi standar Akreditasi KARS 2012 dengan predikat Paripurna, Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung membuat program yang bertujuan meningkatkan standar mutu serta mengikuti trend persaingan pelayanan kesehatan di dunia Internasional dengan mengadakan pelatihan, workshop, seminar, studi banding dan kegiatan pengembangan yang lainnya untuk mencapai standar Internasional atau JCI (Joint Commision International).


Hari Sabtu, 24 September 2016, Komite Pengendalian Mutu Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung mengadakan workshop peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Workshop kali ini mengulas mengenai metode FMEA (Failure Modes and Effects Analysis). FMEA merupakan metode sistematis berbentuk tabel sebagai tools yang memfasilitasi proses pemikiran untuk mengidentifikasi mode atau modus kegagalan potensial serta dampaknya. Modus kegagalan apa yang bisa terjadi, mengapa modus kegagalan tersebut terjadi, dan dampak yang ditimbulkan apabila terjadinya modus kegagalan menjadi pembahasan yang alot di antara peserta. Pembahasan materi FMEA sangat menarik animo peserta workshop, terlihat dari antusias peserta yang bertahan hingga akhir acara.


Workshop peningkatan mutu dan keselamatan pasien dihadiri oleh Kepala Bagian, Kepala Instalasi, dan penanggung jawab indikator mutu. Acara terbagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi seminar dan sesi praktek. Sesi seminar diisi dengan presentasi materi dari narasumber tunggal, yaitu Bapak Dori Artsyanto, SE., diikuti dengan diskusi dan tanya jawab oleh peserta. Setelah break, seluruh peserta mengikuti praktek pembuatan FMEA secara berkelompok. Peserta dibagi menjadi 5 kelompok dengan pembahasan topik kasus FMEA yang berbeda. Study case tersebut sangat interaktif, pembuatan komposisi kelompok FMEA tersebut terdiri dari berbagai bidang profesi yang ada di lingkungan rumah sakit, bahkan  yang tidak familiar dengan proses tersebut pun ikut terlibat, sehingga pemikiran-pemikirannya sangat out of the box. Adanya masukan dan argumentasi yang sangat potensial muncul dari ide-ide para peserta. Pembahasan FMEA memiliki prinsip bahwa setiap anggota kelompok mengeluarkan pendapat sehingga kehabisan ide, dengan begitu tim dapat menggambarkan segala modus kegagalan yang mungkin terjadi dan rencana mengantisipasi hal tersebut adalah hasil akhir yang diharapkan.



Workshop dilaksanakan dari pukul 08.15 sampai dengan pukul 16.00 WIB. Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesempatan kepada para peserta, sehingga Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung bisa go International dalam bidang pelayanan kesehatan mata, penelitian dan pendidikan.


(Widya Fatimatussolihah, S.Psi –Sekretaris Sub Komite Manajemen Kinerja)

Terakhir Diupdate pada Rabu, 28 September 2016 08:32
 
Kenaikan Harga Rokok Bisa Cegah Anak Membeli dengan Mudah PDF Cetak E-mail

http://www.depkes.go.id/web/assets/images/article/kenaikan%20harga%20rokok%20bisa%20dicegah%20anak%20membeli%20dengan%20mudah.jpg
Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (PKEKK) Fakultas Kesehatan Masyarakat UI mengusulkan kenaikan harga dan cukai rokok.

Menkes Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek Sp.M(K) menyambut baik wacana kenaikan harga rokok ini. Menkes mengungkapkan, anak-anak mudah membeli rokok karena harganya yang murah dan terjangkau.

Kami dari Kemenkes khawatir kalau harga rokok masih rendah, nanti jumlah anak yang merokok akan makin tinggi karena mereka mampu beli. Mereka bisa membeli karena di Indonesia bisa membeli rokok secara ketengan (satuan) sehingga mereka bisa membeli dengan uang jajan, ujar Menkes setelah acara konferensi pers Global Health Security Agenda (GHSA) Action Package Coordination Meeting, di Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Menkes juga menjelaskan terdapat kenaikan pembiayaan JKN-BPJS untuk pembiayaan penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, dan penyakit cardiovascular di tahun 2015 dibanding tahun 2014. Pada tahun 2015 pembiayaan untuk penyakit cardiovascular mencapai 6,9 Triliun. Oleh karena itu Menkes mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kami melihat dari kesehatannya, bahwa merokok ini menyebabkan banyak hal terkait kesehatan. Di Era JKN kita boleh lihat PTM seperti Hipertensi, jantung atau cardiovascular menempati peringkat teratas untuk pembiayaan kesehatan, ujar Menkes.

Saat ditanya oleh sejumlah media apakah kenaikan ini sudah tepat atau tidak, Menkes menjelaskan bahwa Kemenkes tidak punya kewenangan dan keahlian untuk menghitung atau menentukan harga rokok.

Kemenkes tidak punya kewenangan untuk menghitung atau menentukan harga. Hal ini tentunya menjadi kewenangan Kemenkeu, jadi biarkan mereka yang menghitungnya. Kami hanya melihat dari sisi kesehatannya, tambah Menkes.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id. - See more at: http://www.depkes.go.id/article/view/16082400001/kenaikan-harga-rokok-bisa-cegah-anak-membeli-dengan-mudah.html#sthash.vDnbqLvh.dpuf

sumber : http://www.depkes.go.id/article/view/16082400001/kenaikan-harga-rokok-bisa-cegah-anak-membeli-dengan-mudah.html

Jakarta, 23 Agustus 2016

Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (PKEKK) Fakultas Kesehatan Masyarakat UI mengusulkan kenaikan harga dan cukai rokok.

Menkes Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek Sp.M(K) menyambut baik wacana kenaikan harga rokok ini. Menkes mengungkapkan, anak-anak mudah membeli rokok karena harganya yang murah dan terjangkau.

Kami dari Kemenkes khawatir kalau harga rokok masih rendah, nanti jumlah anak yang merokok akan makin tinggi karena mereka mampu beli. Mereka bisa membeli karena di Indonesia bisa membeli rokok secara ketengan (satuan) sehingga mereka bisa membeli dengan uang jajan, ujar Menkes setelah acara konferensi pers Global Health Security Agenda (GHSA) Action Package Coordination Meeting, di Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Menkes juga menjelaskan terdapat kenaikan pembiayaan JKN-BPJS untuk pembiayaan penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, dan penyakit cardiovascular di tahun 2015 dibanding tahun 2014. Pada tahun 2015 pembiayaan untuk penyakit cardiovascular mencapai 6,9 Triliun. Oleh karena itu Menkes mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kami melihat dari kesehatannya, bahwa merokok ini menyebabkan banyak hal terkait kesehatan. Di Era JKN kita boleh lihat PTM seperti Hipertensi, jantung atau cardiovascular menempati peringkat teratas untuk pembiayaan kesehatan, ujar Menkes.

Saat ditanya oleh sejumlah media apakah kenaikan ini sudah tepat atau tidak, Menkes menjelaskan bahwa Kemenkes tidak punya kewenangan dan keahlian untuk menghitung atau menentukan harga rokok.

Kemenkes tidak punya kewenangan untuk menghitung atau menentukan harga. Hal ini tentunya menjadi kewenangan Kemenkeu, jadi biarkan mereka yang menghitungnya. Kami hanya melihat dari sisi kesehatannya, tambah Menkes.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id. - See more at: http://www.depkes.go.id/article/view/16082400001/kenaikan-harga-rokok-bisa-cegah-anak-membeli-dengan-mudah.html#sthash.vDnbqLvh.dpuf
Jakarta, 23 Agustus 2016

Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (PKEKK) Fakultas Kesehatan Masyarakat UI mengusulkan kenaikan harga dan cukai rokok.

Menkes Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek Sp.M(K) menyambut baik wacana kenaikan harga rokok ini. Menkes mengungkapkan, anak-anak mudah membeli rokok karena harganya yang murah dan terjangkau.

Kami dari Kemenkes khawatir kalau harga rokok masih rendah, nanti jumlah anak yang merokok akan makin tinggi karena mereka mampu beli. Mereka bisa membeli karena di Indonesia bisa membeli rokok secara ketengan (satuan) sehingga mereka bisa membeli dengan uang jajan, ujar Menkes setelah acara konferensi pers Global Health Security Agenda (GHSA) Action Package Coordination Meeting, di Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Menkes juga menjelaskan terdapat kenaikan pembiayaan JKN-BPJS untuk pembiayaan penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, dan penyakit cardiovascular di tahun 2015 dibanding tahun 2014. Pada tahun 2015 pembiayaan untuk penyakit cardiovascular mencapai 6,9 Triliun. Oleh karena itu Menkes mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kami melihat dari kesehatannya, bahwa merokok ini menyebabkan banyak hal terkait kesehatan. Di Era JKN kita boleh lihat PTM seperti Hipertensi, jantung atau cardiovascular menempati peringkat teratas untuk pembiayaan kesehatan, ujar Menkes.

Saat ditanya oleh sejumlah media apakah kenaikan ini sudah tepat atau tidak, Menkes menjelaskan bahwa Kemenkes tidak punya kewenangan dan keahlian untuk menghitung atau menentukan harga rokok.

Kemenkes tidak punya kewenangan untuk menghitung atau menentukan harga. Hal ini tentunya menjadi kewenangan Kemenkeu, jadi biarkan mereka yang menghitungnya. Kami hanya melihat dari sisi kesehatannya, tambah Menkes.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id. - See more at: http://www.depkes.go.id/article/view/16082400001/kenaikan-harga-rokok-bisa-cegah-anak-membeli-dengan-mudah.html#sthash.vDnbqLvh.dpuf
Jakarta, 23 Agustus 2016

Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (PKEKK) Fakultas Kesehatan Masyarakat UI mengusulkan kenaikan harga dan cukai rokok.

Menkes Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek Sp.M(K) menyambut baik wacana kenaikan harga rokok ini. Menkes mengungkapkan, anak-anak mudah membeli rokok karena harganya yang murah dan terjangkau.

Kami dari Kemenkes khawatir kalau harga rokok masih rendah, nanti jumlah anak yang merokok akan makin tinggi karena mereka mampu beli. Mereka bisa membeli karena di Indonesia bisa membeli rokok secara ketengan (satuan) sehingga mereka bisa membeli dengan uang jajan, ujar Menkes setelah acara konferensi pers Global Health Security Agenda (GHSA) Action Package Coordination Meeting, di Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Menkes juga menjelaskan terdapat kenaikan pembiayaan JKN-BPJS untuk pembiayaan penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, dan penyakit cardiovascular di tahun 2015 dibanding tahun 2014. Pada tahun 2015 pembiayaan untuk penyakit cardiovascular mencapai 6,9 Triliun. Oleh karena itu Menkes mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kami melihat dari kesehatannya, bahwa merokok ini menyebabkan banyak hal terkait kesehatan. Di Era JKN kita boleh lihat PTM seperti Hipertensi, jantung atau cardiovascular menempati peringkat teratas untuk pembiayaan kesehatan, ujar Menkes.

Saat ditanya oleh sejumlah media apakah kenaikan ini sudah tepat atau tidak, Menkes menjelaskan bahwa Kemenkes tidak punya kewenangan dan keahlian untuk menghitung atau menentukan harga rokok.

Kemenkes tidak punya kewenangan untuk menghitung atau menentukan harga. Hal ini tentunya menjadi kewenangan Kemenkeu, jadi biarkan mereka yang menghitungnya. Kami hanya melihat dari sisi kesehatannya, tambah Menkes.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id. - See more at: http://www.depkes.go.id/article/view/16082400001/kenaikan-harga-rokok-bisa-cegah-anak-membeli-dengan-mudah.html#sthash.vDnbqLvh.dpuf
 
« MulaiSebelumnya11121314151617181920BerikutnyaAkhir »

Halaman 17 dari 28


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.