Vinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo Slider

 

Follow Us

Cicendo Eye Hospital
Akurasi Formula Kekuatan Lensa Intraokular PDF Cetak E-mail

Hasil refraktif yang optimal pasca bedah katarak membutuhkan hasil dari biometri preoperatif dan formula kalkulasi kekuatan lensa intraokular (LIO) yang akurat. Prediksi dari hasil refraksi setelah bedah katarak sudah semakin berkembang dengan peralatan serta formula kalkulasi kekuatan lensa intraokular yang diperbaharui. Biometri dapat dibagi menjadi beberapa komponen yang dibutuhkan untuk menghitung kekuatan lensa intraokular yaitu panjang aksial, kekuatan kornea, dan posisi lensa intraokular. Formula kalkulasi kekuatan LIO sudah semakin berkembang dari generasi ke generasi dan masing-masing memiliki kelebihan pada kondisi tertentu.

Selanjutnya...
 
Digitalisasi Promosi Kesehatan sebagai upaya Edukasi dan Informasi yang menunjang Pemasaran PMN RS Mata Cicendo PDF Cetak E-mail

Dalam upaya meningkatkan perilaku hidup sehat tentu saja kita harus mengenal masalah kesehatan, pencegahan, maupun penanggulangan penyakit di semua sektor, dalam hal ini dimulai dari keluarga sampai dengan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. PMN RS Mata Cicendo sebagai rumah sakit khusus mata tentu memiliki tanggung jawab dalam upaya tersebut melalui kegiatan promosi kesehatan seperti yang disampaikan pula pada Bab Ii Penyelenggaraan Promosi Kesehatan Rumah Sakit Pasal 3 menyebutkan bahwa (1) Rumah Sakit wajib menyelenggarakan PKRS.  Sejalan dengan Strategi Rumah Sakit di Era Disrupsi dimana digitalisasi menjadi penting, Kegiatan Promosi Kesehatan ini secara langsung maupun tidak, dapat berdampak pula pada pemasaran dengan pemanfaatan media digital didalamnya.

Selanjutnya...
 
Tatalaksana Blefaroptosis PDF Cetak E-mail

Blefaroptosis (ptosis) merupakan suatu keadaan kelopak mata atas (palpebra superior) turun di bawah kedudukan normal pada posisi primer. Posisi normal palpebra superior yaitu 2 mm dari tepi limbus atas dan palpebra inferior berada tepat pada tepi limbus bawah. Kondisi ini bersifat unilateral atau bilateral. Ptosis dapat diklasifikasikan berdasarkan onset yaitu kongenital dan didapat (acquired). Ptosis dapat terjadi tanpa menimbulkan gejala, ataupun dengan gejala seperti keterbatasan lapang pandang, kesulitan membaca, dan penutupan aksis visual sehingga dapat mengakibatkan ambliopia pada pasien anak. Griepentrog et al menyatakan insidensi ptosis kongenital 7.9/100.000 anak dan prevalensinya 1 dari 842 kelahiran dan 20% kasus ptosis kongenital mengalami ambliopia.

Selanjutnya...
 
RETINOPATI DIABETIK: PERGESERAN PARADIGMA KEBUTAAN PADA ERA MILENIAL PDF Cetak E-mail

Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr, SpM(K), M.Kes, MM, PhD menyampaikan pada orasi ilmiah pemberian jabatan Guru Besar Ilmu Kesehatan Mata Universitas Padjadjaran bahwa Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan yang sangat penting. Lebih dari 75% penderita diabetes akan mengalami retinopati diabetik 20 tahun setelah terdiagnosis. Diabetes berhubungan erat dengan lamanya seseorang menderita penyakit tersebut, sehingga semakin tinggi harapan hidup penderita, maka akan semakin besar kemungkinan mengalami retinopati diabetik. Adanya pergeseran gaya hidup saat ini berkontribusi pada kecenderungan penderita diabetes pertama kali terdiagnosis pada usia yang lebih muda, sehingga pasien dapat mengalami retinopati diabetik dan kebutaan lebih cepat. Kebutaan yang terjadi pada usia produktif akan mempengaruhi produktivitas masyarakat secara umum, sehingga masalah ini perlu ditangani dengan segera.

Selanjutnya...
 
Pengumuman Wawancara PDF Cetak E-mail

Pengumuman Wawancara Pegawai Non PNS klik untuk melihat selengkapnya

 
« MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir »

Halaman 6 dari 77


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.