Vinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo Slider

Follow Us

Who's Online

 Tamu : 37 
Cicendo Eye Hospital
Agenesis saraf kranial keenam Kongenital Bilateral PDF Cetak E-mail

Agenesis saraf kranial keenam (CN VI) kongenital merupakan suatu kelainan anatomis yang jarang ditemukan, dapat terjadi sebagai suatu kondisi yang berdiri sendiri, atau merupakan bagian dari suatu sindroma, salah satunya yaitu Duane Retraction Syndrome (DRS). DRS merupakan suatu sindroma gerak bola mata kongenital yang mempunyai prevalensi sebesar 0.1% dan merupakan 1 - 5% dari semua kasus strabismus. DRS terjadi secara sporadis, dengan pola familial hanya ditemukan pada pada 5% kasus, dan 60% lebih banyak pada perempuan.

Selanjutnya...
 
PROSES PERENCANAAN DALAM PROGRAM PERAWATAN MATA PDF Cetak E-mail

Vision 2020 adalah inisiatif global dengan tujuan menghilangkan kebutaan yang dapat dihindari pada tahun 2020. Program ini merupakan kerjasama antara World Health Organization (WHO) dan International Agency for Prevention of Blindness (IAPB). World Helath Organization (WHO) mendefinisikan sebagai cakupan kesehatan universal/universal health coverage (UHC) dan karena itu UHC memastikan bahwa semua orang memiliki akses terhadap layanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, kualitas yang cukup untuk menjadi efektif, selain itu juga memastikan bahwa orang tidak menderita kesulitan keuangan ketika membayar untuk layanan ini. Dibutuhkan sistem kesehatan yang kuat, efisien, dan dikelola dengan baik yang kita kenal dengan six building blocks, yaitu sistem untuk membiayai layanan kesehatan, obat-obatan, dan sumber daya manusia yang cukup terlatih.

Selanjutnya...
 
Penatalaksanaan Oftalmia Neonatorum et causa Infeksi Gonokokal dengan Ikterus Neonatorum PDF Cetak E-mail

Oftalmia neonatorum merupakan penyakit konjungtivitis yang terjadi pada bulan pertama kehidupan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, maupun bahan kimia. Chlamydia trachomatis merupakan bakteri yang menjadi penyebab utama oftalmia neonatorum, namun Neisseria gonorrhoeae merupakan bakteri yang lebih berisiko menimbulkan komplikasi serius. Saat ini pemberian antibiotik profilaksis sudah menjadi standar perawatan perinatal, namun pada daerah yang belum terjangkau dengan fasilitas kesehatan, oftalmia neonatorum masih menjadi penyebab utama infeksi okular yang dapat berujung pada kebutaan.

Selanjutnya...
 
Manajemen pada Keratitis Disciformis ec Herpes Simplex Virus dengan Mixed Infection Bakteri PDF Cetak E-mail

Virus Herpes Simplex (HSV) adalah virus DNA yang memiliki kemampuan latensi pada ganglia saraf sensoris yang dapat menimbulkan reaktivasi dan menyebabkan penyakit kronis yang rekuren. Infeksi keratitis herpes simplex adalah kondisi klinis pada kornea manusia yang disebabkan oleh virus herpes simplex. Bentuk infeksi pada keratitis herpes simplex dapat berupa infeksi primer, namun lebih banyak dijumpai pada bentuk infeksi rekuren. Seluruh bagian kornea manusia dapat diserang pada penyakit keratitis herpes simplex. Keratitis stromal herpes terbagi menjadi dua jenis yaitu nonnecrotizing (interstitial atau disciformis) dan necrotizing. Etiopatogenesis pada keratitis disiformis (endotelitis) masih kontroversial, keadaan disebabkan aktivasi infeksi HSV pada keratosit dan endothelium atau dapat juga suatu reaksi terhadap antigen virus pada kornea. Manifestasi klinis yang timbul dapat berupa keratitis epithelial, keratopati neurotropik, keratitis stromal, dan endotelitis.

Selanjutnya...
 
Tatalaksana dan Pencegahan Infeksi Rabies pada Kasus Gigitan Anjing pada Jaringan Periokular PDF Cetak E-mail

Kasus gigitan anjing pada manusia merupakan masalah yang kompleks dan merupakan bagian dari masalah kesehatan masyarakat maupun pengendalian hewan. Gigitan anjing dapat mengakibatkan kerusakan jaringan dan komplikasi yang beragam. Pada usia anak sekolah kerusakan yang sering terjadi yaitu pada daerah kepala dan leher, pada kasus ini biasanya disertai dengan kerusakan di daerah adneksa okular atau pada bola mata, sedangkan pada pasien dewasa kerusakan biasanya terjadi di daerah ekstremitas. Karakteristik kasus gigitan anjing ini antara lain 72% hingga 94% korban biasanya telah mengenal hewan penggigit, dimana 40-65% kasus hewan penggigit tersebut merupakan milik teman atau tetangga korban.

Selanjutnya...
 
« MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir »

Halaman 4 dari 72


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.