Vinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo SliderVinaora Nivo Slider

 

Follow Us

Who's Online

 Tamu : 93 
Cicendo Eye Hospital
KEBUTAAN AKIBAT "GLAUKOMA" DAPAT DICEGAH PDF Cetak E-mail

Glaukoma adalah penyakit saraf optik yang menyebabkan kerusakan secara fungsional dan anatomi di mata. Biasanya disebabkan terjadinya tekanan pada bola mata. Penderita glaukoma akan mengalami kerusakan fungsional di mata, mengalami penyempitan pandangan dan kerusakan anatomi berupa bertambahnya cekungan di saraf optik.

Penderita glaukoma sering tidak menyadari adanya gangguan penglihatan sampai terjadi kerusakan penglihatan yang sudah lanjut. Diperkirakan 50% penderita glaukoma tidak menyadari mereka menderita penyakit tersebut sampai mereka mengalami kerusakan mata yang parah.


Glaukoma bisa menyerang siapa saja. Penanganan dini sebelum parah adalah jalan satu-satunya cara untuk menghindari kerusakan penglihatan serius akibat glaukoma. Jika mempunyai ciri-ciri berikut ini, sebaiknya Anda rutin memeriksakan kesehatan mata:

  • Ada keluarga Anda yang menderita glaukoma.
  • Tekanan bola mata tinggi (mata Anda cepat lelah).
  • Anda menderita miopia atau rabun jauh.
  • Anda menderita diabetes atau kencing manis.
  • Anda menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  • Migrain atau penyempitan pembuluh darah otak (sirkulasi darah buruk)
  • Pernah mengalami kecelakaan/operasi pada mata sebelumnya
  • Menggunakan steroid (cortisone) dalam jangka waktu lama

Beberapa jenis Glaukoma:

  • Glaukoma primer : terjadi orang yang memiliki bakat glukoma.
  • Glaukoma sekunder : terjadi setelah ada penyebab yang mendahuluinya (misalnya gangguan vaskuler, hipertense dan diabetes).
  • Glaukoma kronis (lambat): terjadi tekanan pada bola mata. Tak ada rasa nyeri, tapi lapang pandangan akan menyempit secara perlahan-lahan.
  • Glaukoma akut (tiba-tiba): terjadi tekanan disudut bilik mata depan. Serangan menimbulkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan kerusakan permanen bila tidak segera diobati.
  • Glaukoma kongenital: biasa terjadi pada saat kelahiran atau segera setelah kelahiran. Biasanya disebabkan oleh sistem saluran pembuangan cairan di dalam mata tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya tekanan bola mata meningkat terus dan menyebabkan pembesaran mata bayi, bagian depan mata berair dan berkabut dan peka terhadap cahaya.

Cara Pencegahan:

  • Periksa kesehatan mata secara teratur.
  • Segera periksakan mata jika pandangan terasa kabur, remang dan sempit.
  • Waspada jika memiliki penyakit hipertensi atau diabetes.
  • Waspada jika di dalam keluarga ada yang memiliki riwayat penyakit ini.
  • Jika divonis menderita glaukoma, harus disiplin berobat agar tidak menjadi buta.

(dari berbagai sumber)

 
Mata adalah Jendela Dunia PDF Cetak E-mail

Ungkapan "Mata adalah Jendela Dunia" memang tepat, karena mata berperan penting dalam hidup kita.  Kelainan atau gangguan penglihatan dapat menurunkan produktifitas dan bukannya tidak mungkin dapat berpengaruh khususnya pada masa depan seorang anak.  Tentu saja hal ini dapat dicegah dengan deteksi dini kelainan mata pada anak.

Katarak anak atau kongenital merupakan salah satu gangguan yang terjadi pada seorang anak.  Pemeriksaan mata yang menyeluruh oleh seorang dokter ahli mata dapat mendiagnosa dini katarak kongenital.

Pada Talkshow Peringatan Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day yang dipandu  oleh Andy "Kick Andy" F Noya terlihat seorang anak yang mengalami gangguan penglihatan, dimana anak yang lucu ini dan saudara kembarnya sebelumnya  menderita katarak Kongenital.  Saat ini kedua anak tersebut sudah dapat tersenyum kembali melihat indahnya dunia dan senyum kasih sayang kedua orangtuanya setelah dilakukan tindakan pada matanya oleh dokter spesialis mata anak (pediatrik oftalmologi) di Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo yaitu DR.Dr. Feti K Memed, SpM(K), M.Kes.

"Sayangilah anak kita dengan memeriksakan kesehatan matanya sedini mungkin demi masa depannya kelak"

 

 
"World Sight Day" 2012 PDF Cetak E-mail

"Working together to eliminate Avoidable Blindness" adalah sebuah tema yang diangkat pada hari kepedulian dunia terhadap isu-isu global yang berkaitan masalah kebutaan dan gangguan penglihatan yang diderita penduduk di dunia.

Sebagai langkah nyata dalam mendukung inisiasi global mencapai Vision 2020 The Right to Sight, Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo  memperingati "World Sight Day 2012 (WSD)" atau Hari Penglihatan Sedunia 2012 yang jatuh pada 11 Oktober 2012, dengan kegiatan yang melibatkan masyarakat luas dalam bentuk pameran dan edukasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan saat ini setidaknya 40-45 juta orang menderita kebutaan, dan setiap tahun tak kurang dari 7 juta orang mengalami kebutaan.  Setiap 5 menit ada satu penduduk bumi menjadi buta....dan setiap 12 menit satu anak mengalami kebutaan.

Sekitar 90% penderita kebutaan dan gangguan penglihatan ini hidup di negara-negara miskin dan terbelakang.  Menurut perhitungan WHO, tanpa ada tindakan apa-apa diperkirakan pada tahun 2020 jumlah penduduk dunia penderita kebutaan menjadi dua kali lipat, 80 juta hingga 90 juta orang.  Sekitar 75% penyebab kebutaan termasuk kedalam Avoidable Blindness.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, penyebab utama kebutaan adalah Katarak (0,78%), Glaukoma (0,12%), Kelainan Refraksi (0,14%), penyakit lain terkait usia lanjut (0,38%).

Kegiatan yang dilakukan PMN RS Mata Cicendo tahun ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gangguan kebutaan dan keterbatasan penglihatan yang dapat dicegah ataupun diobati sebagai masalah utama kesehatan masyarakat. Dalam pelaksanaan kegiatan WSD 2012 PMN RS Mata Cicendo didukung oleh Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) yang akan mendatangani Piagam Kerjasama dalam tujuan dan upaya Penanggulangan Kebutaan.

Kick Andy Foundation (Andy F Noya) yang beberapa waktu lalu telah menandatangani MoU tentang Penanggulangan Kebutaan dengan PMN RS Mata Cicendo akan ikut mendukung kegiatan ini dengan kegiatan Talkshow mengenai kebutaan bersama sejumlah tokoh dan tokoh netra inspiratif.

Turut dimeriahkan juga oleh kegiatan lainnya seperti Pameran Foto, Sepeda Sehat, dan Pemeriksaan Kesehatan Mata.

 

 
Kebutaan salah satu Penyebab Menurunnya Produktifitas PDF Cetak E-mail

Dalam salah satu kegiatan World Sight Day atau Hari Penglihatan Sedunia yang dipusatkan di PMN RS Mata Cicendo Bandung pada Jum'at 12 Oktober 2012, dilakukan penandatangan Piagam Kerjasama Penanggulangan dan Pencegahan Kebutaan antara Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) yang ditandatangani oleh Ketua SIKIB (Istri Menkopolhukam) Ny. Djoko Suyanto, dengan PMN RS Mata Cicendo yang ditandatangani Direktur Utama Dr. Hikmat Wangsaatmadja, SpM(K), MKes, MM.

Pada kesempatan ini, Menteri Kesehatan RI yang diwakili oleh Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD. yang turut menyaksikan penandatangan MoU tersebut mengatakan "Kebutaan merupakan salah satu penyebab menurunnya produktivitas seseorang. Oleh sebab itu negara bahkan dunia bertanggung jawab untuk mengurangi angka kebutaan"


 
« MulaiSebelumnya2122232425262728BerikutnyaAkhir »

Halaman 28 dari 28


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.