Gerak Bola Mata PDF Cetak E-mail

Gerak bola mata merupakan komponen penting pada fungsi penglihatan. Fungsi visual tidak dapat dicapai tanpa koordinasi gerak bola mata yang baik. Otot-otot ekstraokular berfungsi mengatur gerak bola mata agar bayangan objek jatuh tepat di fovea dan mempertahankan posisi pandangan untuk menghasilkan lapang pandang binokular. Otot ekstraokular juga berfungsi mengatur koordinasi gerak bola mata sehingga mata dapat mengikuti objek yang bergerak dan dapat mengubah fiksasi dengan cepat.

 

Bola mata memiliki 2 kelompok otot, yaitu otot intrinsik dan otot ekstrinsik. Otot intrinsik bersifat involunter, terdiri dari otot siliaris (sfingter dan dilator iris) dan otot-otot yang terdapat di dalam bola mata yang berperan dalam mengatur gerakan struktur internal bola mata. Otot ekstrinsik bersifat volunter, terdiri dari otot-otot ekstraokular yang berperan dalam mengatur gerakan bola mata. Otot ekstraokular terdiri dari 7 otot, yaitu 4 otot rektus, 2 otot oblik dan 1 otot levator palpebra. Secara umum otot ekstraokular berperan dalam menggerakkan bola mata, tetapi otot levator palpebral memiliki fungsi yang berbeda. Otot ini berfungsi untuk elevasi palpebra superior.

Otot ekstraokular bekerja secara volunter untuk mengatur arah gerakan bola mata. Sebagian gerakan bola mata dapat dilakukan secara involunter sebagai respon terhadap gerakan benda-benda di lingkungan dan respon terhadap gerakan kepala atau bagian tubuh lainnya. Gerakan bola mata diatur oleh beberapa area pada otak yaitu korteks, batang otak dan serebelum sehingga terbentuk gerak bola mata yang terintegrasi.

Otot ekstraokular terdiri dari 6 otot utama yaitu rektus superior, rektus medial, rektus inferior, rektus lateral dan 2 otot oblik yaitu oblik superior dan oblik inferior. Otot-otot ini terletak di dalam rongga orbita dan dikelilingi oleh lemak serta jaringan ikat fibroelastik. Otot ekstraokular membentuk kerucut otot (muscle cone) pada bagian posterior dari garis ekuator bola mata. Jaringan lemak mengisi bagian dalam kerucut tersebut.

Empat otot rektus memiliki origo di cincin tendon yang terletak di apeks orbita dan disebut Annulus of Zinn. Insersi otot-otot ini terletak di sklera pada bagian anterior tepatnya 4-8 mm di belakang limbus. Insersi otot rektus medial, rektus inferior, rektus lateral, dan rektus superior, secara berurutan terletak semakin menjauh dari limbus membentuk spiral imajiner yang disebut Spiral of Tillaux.

Otot oblik superior berasal dari periosteum tulang sfenoid di bagian superomedial foramen optik. Otot tersebut memanjang ke troklea di superonasal rima orbita dan masuk ke sklera di bagian superior, di bawah insersi otot rektus superior. Otot oblik inferior berasal dari cekungan dangkal di lempeng orbita tulang maksila, di sudut anteromedial lantai tulang orbita dekat fossa lakrimalis. Otot tersebut memanjang ke posterior, lateral dan superior lalu masuk ke sklera di kuadran posterior inferior temporal.

Otot ekstraokular mendapat suplai darah dari arteri oftalmik cabang muskular superior, muskular inferior, lakrimal dan supraorbital serta dari arteri maksilaris cabang infraorbital. Arteri oftalmik cabang muskular lateral memberikan suplai darah untuk otot rektus lateral, otot rektus superior dan otot oblik superior. Arteri oftalmik cabang muskular medial memberikan suplai darah untuk otot rektus medial, rektus inferior dan oblik inferior. Arteri lakrimalis memberikan suplai darah untuk otot rektus lateral dan otot rektus superior. Arteri supraorbital memberikan suplai darah untuk otot rektus superior dan oblik superior. Arteri supraorbital memberikan suplai darah untuk otot rektus inferior dan otot oblik inferior.

Sistem vena pada otot ekstraokular terdiri dari vena oftalmik superior dan vena oftalmik inferior. Vena oftalmik superior mendapat aliran darah dari otot ekstraokular bagian superior dan medial. Vena oftalmik inferior mengalirkan darah dari otot ekstraokular bagian lateral dan inferior. Kedua vena tersebut akan bergabung dan membentuk sinus kavernosa.

Otot ekstraokular mendapat inervasi dari tiga nervus kranial. Nervus kranial III (nervus okulomotor) memiliki dua cabang yaitu superior dan inferior. Cabang superior memberi inervasi kepada otot rektus superior dan otot levator palpebral superior. Cabang inferior memberi inervasi kepada otot rektus medial, rektus inferior, dan oblik inferior. Nervus kranial IV (nervus troklear) memberi inervasi kepada otot oblik superior. Nervus kranial VI (nervus abdusens) memberi inervasi kepada otot rektus lateral.

Otot ekstraokular merupakan bagian dari otot skeletal sehingga keduanya memiliki struktur yang mirip. Terdapat beberapa karakteristik otot ekstraokular yang berbeda dari otot skeletal, yaitu susunan lapisan, tipe serat otot, pola persarafan dan metabolisme. Otot ekstraokular terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan orbital dan lapisan global. Lapisan global terletak di bagian dalam dan lapisan orbital terletak di bagian luar dekat dengan periorbita. Otot ekstraokular memiliki ciri khas persarafan yang lebih padat dan metabolisme yang lebih tinggi sehingga mampu bekerja dengan lebih presisi dan tahan lelah.

Mata memiliki enam otot ekstraokular utama yang berfungsi dalam mengatur pergerakan bola mata. Otot ekstraokular merupakan otot skeletal yang memiliki ciri khas persarafan yang lebih padat dan metabolisme yang lebih tinggi sehingga mampu bekerja dengan lebih presisi dan tahan lelah. Sistem pada otot ekstaokular memungkinkan mata untuk bergerak ke segala arah. Gerakan ini bertujuan untuk mengarahkan agar bayangan objek jatuh pada fovea. Sistem persarafan yang komplek dan melibatkan organ lain membuat gerak bola mata menjadi terkoordinasi dan menghasilkan stabilisasi visual yang baik.

Oleh : Indri Nurul Hayyi, dr / dr. Primawita Oktarima, SpM(K), M.Kes  |  PMN RS Mata Cicendo / Dept Ilmu Kesehatan Mata FK Unpad

 

 


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.