Penatalaksanaan Pasien dengan Sudut Tertutup Primer PDF Cetak E-mail

Glaukoma merupakan penyakit progresif yang dikarakteristikan dengan adanya neuropati optikus yang sejalan dengan perubahan jaringan ikat pada diskus optikus dan hilangnya jaringan saraf yang berhubungan dengan disfungsi visual seperti kehilangan lapang pandang. Peningkatan tekanan bola mata tidak termasuk dalam definisi tetapi merupakan salah satu faktor risiko utama. Secara global, glaukoma merupakan penyebab kedua kebutaan setelah katarak yaitu sebanyak 8%.

 

Secara umum glaukoma dapat diklasifikasikan berdasarkan sudut pada bilik mata depan, yaitu sudut terbuka dan sudut tertutup. Sudut tertutup merupakan konfigurasi anatomis yang memungkinkan terjadinya blok pada anyaman trabekular oleh bagian perifer iris dan dapat merupakan suatu kondisi primer ataupun sekunder. Jika ditemukan sudut tertutup primer pada bilik mata depan, terdapat tiga kondisi yang dapat terjadi. Pertama, kondisi terdapat sudut tertutup tetapi tidak disertai dengan adanya kerusakan anyaman trabekular ataupun kerusakan nervus optikus, Kedua, terdapat sudut tertutup yang disertai dengan peningkatan tekanan intraokular tetapi tidak didapati adanya kerusakan saraf nervus optikus, disebut sudut tertutup primer. Ketiga, terdapat sudut tertutup yang disertai dengan kerusakan saraf nervus optikus, disebut glaukoma sudut tertutup primer. Prevalensi glaukoma primer sudut tertutup paling tinggi didapatkan di China dan diperkirakan dari total 15 juta orang dengan glaukoma sudut tertutup, 47,5% diantaranya terdapat di China.

Penatalaksanaan dengan tindakan operasi merupakan pilihan jika terapi medikamentosa dan laser seperti laser perifer iridotomi atau laser perifer iridoplasti tidak cukup untuk mengontrol tekanan intraokular. Terdapat beberapa tindakan operasi yang dapat dipilih pada penatalaksanaan sudut tertutup seperti trabekulektomi, kombinasi trabekulektomi dan ekstraksi lensa, goniosinekiolisis, pemasangan Glaucoma Drainage Device (GDD) implant, dan tindakan siklodestruktif. Tidak ada ketentuan khusus mengenai penatalaksanaan operasi yang terbaik pada kondisi sudut tertutup ini.

Tidak ada ketentuan khusus mengenai pemilihan jenis operasi yang terbaik pada kondisi sudut tertutup. Tindakan operasi diindikasikan jika target tekanan intraokular belum tercapai atau jika terjadi kerusakan jaringan neural atau penurunan fungsi visual yang progresif meskipun sudah mendapatkan terapi maksimal dari medikamentosa ataupun laser.

Umumnya tindakan yang dilakukan untuk mengontrol tekanan intraokular pada pasien dengan kondisi sudut tertutup primer adalah dengan laser. Laser iridotomi perifer (LPI) dapat dilakukan dengan menggunakan Nd:YAG laser, argon laser,diode laser, atau kombinasi. Laser iridotomi digunakan pada pasien sudut tertutup primer dengan mekanisme blok pupil.

Pilihan operasi glaukoma lainnya selain trabekulektomi adalah pemasangan Glaucoma Drainage Device (GDD) Implant. Terapi ini lebih popular dalam penatalaksanaan refraktori glaukoma. Pada glaukoma sudut tertutup dengan bilik mata depat yang dangkal, prosedur ini cukup menantang. Komplikasi yang berkaitan dengan tube seperti tube menyentuh kornea atau lensa dapat terjadi

Penatalaksanaan tindakan pada pasien dengan sudut tertutup memiliki berbagai pilihan untuk dapat mengontrol tekanan intraokular. Setiap tindakan memiliki tujuan untuk mengontrol tekanan intraokular pada mata. Tidak ada ketentuan khusus dalam memilih prosedur tindakan. Tindakan pada setiap kasus walaupun dengan diagnosis yang serupa dapat berbeda, disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.

 

Oleh : Novaqua Yandi, dr / R Maula Rifada, dr, SpM(K)

 

 

 


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.