Digitalisasi Promosi Kesehatan sebagai upaya Edukasi dan Informasi yang menunjang Pemasaran PMN RS Mata Cicendo PDF Cetak E-mail

Dalam upaya meningkatkan perilaku hidup sehat tentu saja kita harus mengenal masalah kesehatan, pencegahan, maupun penanggulangan penyakit di semua sektor, dalam hal ini dimulai dari keluarga sampai dengan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. PMN RS Mata Cicendo sebagai rumah sakit khusus mata tentu memiliki tanggung jawab dalam upaya tersebut melalui kegiatan promosi kesehatan seperti yang disampaikan pula pada Bab Ii Penyelenggaraan Promosi Kesehatan Rumah Sakit Pasal 3 menyebutkan bahwa (1) Rumah Sakit wajib menyelenggarakan PKRS.  Sejalan dengan Strategi Rumah Sakit di Era Disrupsi dimana digitalisasi menjadi penting, Kegiatan Promosi Kesehatan ini secara langsung maupun tidak, dapat berdampak pula pada pemasaran dengan pemanfaatan media digital didalamnya.

 

Latar Belakang

Gangguan penglihatan dan kebutaan masih merupakan masalah di dunia, terdapat 285 juta orang di dunia mengalami gangguan penglihatan (visual impairment) yang terdiri dari 39 juta mengalami kebutaan (blind) dan 246 juta mempunyai penglihatan lemah (low vision). Sebenarnya 4 dari 5 orang (80%) yang mengalami gangguan penglihatan atau kebutaan dapat dicegah dan atau di terapi sehingga menjadi tidak buta. Sekitar 90% dari penderita ini tinggal di negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Penyebab terbesar gangguan penglihatan adalah kelainan refraksi yang tidak terkoreksi, dan penyebab kebutaan terbesar adalah katarak. Enam puluh lima persen dari gangguan penglihatan dan 85 % dari kebutaan diderita oleh orang berusia di atas 50 tahun yang merupakan 20 % dari total populasi penduduk. Organisasi kesehatan dunia WHO mencanangkan Universal Eye Health dengan Global Action Plan 2014-2019 dengan visi: “A world in which nobody is needlessly visually impaired, where those with unavoidable vision loss can achieve their full potential and where there is universal access to comprehensive eye care services.” Target dari visi ini adalah menurunkan prevalensi avoidable gangguan penglihatan sebesar 25% pada tahun 2019.

Untuk itu, Rumah Sakit Mata Cicendo sebagai Pusat Mata Nasional dengan salah satu visinya yaitu Melaksanakan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan mata, melakukan upaya melalui promosi kesehatan yang tentu saja dapat menunjang pemasaran rumah sakit, diantaranya melalui digitalisasi.

Tujuan

Tujuan dari Digitalisasi ini diantaranya adalah mendapatkan efisiensi dan optimalisasi dalam beberapa hal seperti biaya, waktu, dan sumber daya lainnya.

Metode / Strategi

Strategi yang dilakukan adalah secara bertahap melengkapi cara promosi kesehatan yang sebelumnya konvensional dan melakukan tatap muka langsung, dengan beberapa pemanfaatan teknologi digital.

Teknologi digital yang digunakan yang sedang marak saat ini seperti media sosial, website, digital information display, pemanfaatan media elektronik, bahkan webinar.

Sebelumnya hanya dilakukan kegiatan PKRS dengan metoda tatap muka langsung baik didalam gedung maupun, bahkan di luar gedung. Hal ini tentu tidak salah, namun bila dilihat dari daya jangkau informasi yang diberikan, maka hanya beberapa orang saja yang terpapar informasi atau edukasi tersebut. Namun, bila kita memanfaatkan teknologi digital, maka jangkauan informasi dan edukasi terkait kesehatan akan jauh lebih luas.

 

Hasil

Digitalisasi ini cukup menggembirakan sebagi sebuah pilihan bagi masyarakat. Terbukti setelah sebelumnya media sosial PMN RS Mata Cicendo tidak pernah dikelola dengan baik, namun setelah dikelola dan diperkaya dengan infografis/videografis dan hal-hal digital lainnya, dapat lebih meningkatkan animo masyarakat untuk lebih mengetahui tentang kesehatan mata. Pengikut dari media sosial pun semakin bertambah, dari sebelumnya hanya sekitar 30 pengikut saja, maka saat ini setelah kurang lebih satu setengah tahun menjadi lebih dari 1500, dan semakin bertambah setiap harinya. Begitu pula interaksi antara pengikut dan pengelola dapat terjalin lebih baik dan dapat direspon dimanapun dan kapanpun.

Pembahasan

Berikut beberapa Model Digitalisasi Kegiatan Promosi Kesehatan yang dilakukan oleh PMN RS Mata Cicendo antara lain :

- Radio Talkshow

Melalui kerjasama dengan berbagai radio, PMN RS Mata Cicendo saat ini terus melakukan edukasi dan pemberian informasi, dengan narasumber Dokter Spesialis Mata untuk Tema Kesehatan Mata, bahkan profesi lain yang terkait, dengan jangkauan cukup luas.

- TV Talkshow

Beberapa media televisi saat ini mulai dijajaki agar masyarakat dapat berinteraksi dan melihat langsung para narasumber, dan tentu saja dapat berinteraksi langsung didalamnya, dengan jangkauan yang cukup luas

- Media Sosial Live

Dengan terus meningkatnya follower media sosial PMN RS Mata Cicendo saat ini, peran media sosial dalam menayangkan kegiatan Talkshow para Narasumber secara langsung menjadi penting pada era digitalisasi saat ini, dan dapat menjangkau pula para generasi milenial sehingga mereka lebih peduli

- Infografis

Ini menjadi menarik karena informasi disajikan tidak membosankan, namun disajikan dalam bentuk info singkat dan dapat ‘ditangkap’ pula pesannya secara singkat dan tepat, kemudian dishare melalui media digital seperti Digital Information Display maupun media sosial

- Videografis

Sebagai bentuk lain dari informasi kepada masyarakat yaitu memberi informasi dan edukasi melalui bentuk video, seperti halnya infografis.

- Majalah Kesehatan Mata Digital

Selain kita membuat majalah konvensional, Majalah juga dibuat dalam format digital dan di share melalui website maupun media sosial. http://cicendoeyehospital.org/index.php/info-umum/publikasi-kesehatan-mata.html

- Lembar Edukasi dan Buku Edukasi Digital

Selain lembar edukasi/buku edukasi konvensional, lembar digital pun disajikan untuk membantu masyarakat luas untuk mengetahui informasi seputar kesehatan khususnya mata. Inipun dapat diunduh pada http://cicendoeyehospital.org/index.php/info-umum/publikasi-kesehatan-mata.html

- Webinar

Dalam era Disrupsi Digitalisasi, webinar atau seminar melalui web menjadi hal yang menarik dan sangat membantu dalam hal ini Klinisi maupun lainnya dalam berbagi informasi secara interaktif melalui Teknologi Internet di seluruh dunia. Masyarakat pun dapat turut berperan seperti halnya menghadiri sebuah seminar.

- Digital Information Display

Hal ini mulai dilakukan secara bertahap di PMN RS Mata Cicendo melalui media PID maupun SID di beberapa televisi khususnya di area poliklinik rawat jalan yang perlahan akan menggantikan/melengkapi media-media tempel maupun banner.

Kesimpulan

Digitalisasi Promosi Kesehatan dapat membantu penyebarluasan informasi dan edukasi khususnya kesehatan mata maupun lainnya secara lebih cepat dan efisien. Hal ini tentu saja akan menjadi nilai pemasaran rumah sakit, dimana semakin dikenal di masyarakat.

Rekomendasi

Dalam pengelolaan media digital, perlu dikelola dengan baik, penuh tanggung jawab dan serius. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka semakin bertambahlah nilai promosi kesehatan yang dapat mendukung pemasaran rumah sakit.

Daftar Pustaka

· http://cicendoeyehospital.org/index.php/component/content/article/558.html

· https://www.iapb.org/advocacy/who-action-plan

· Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Promosi Kesehatan Rumah Sakit

 

 


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.