M i t o s PDF Cetak E-mail

Getah Tanaman Nanangkaan

Pengobatan alternatif selalu menjadi pilihan masyarakat dalam mengobati penyakit yang dideritanya. Selain murah, yang sering di lakukan berobat secara alternatif biasanya menggunakan obat-obatan tradisional. Seperti yang sudah di lakukan N, 24 tahun “saya hampir tidak pernah berobat ke dokter,” ujar ibu 2 anak ini.

Mengobati anaknya, atau suaminya, N selalu memanggil “aki” yang menjadi langganannya. Termasuk N sendiri, ketika matanya mulai terasa pusing dan disertai dengan mual-mual. Bukan pergi berobat ke dokter, ia malah memanggil “aki” untuk segera datang kerumah.

Padahal mata N sudah minus 1 yang kiri, sedangkan mata kanannya minus 1,5 ditambah silindris. Pengobatan alternatif selalu menjadi pilihannya. Cara pengobatan yang dijalaninnya adalah dengan ditotok. Dipijit dan bagian-bagian yang pentingnya saja. Istilah dibuka syarafnya supaya lancar peredaran darahnya.

Semua jenis penyakit hampir sama cara pengobatannya. Tetapi ada beberapa bagian yang di pijat agak lama. Selain itu anjuran obat yang harus diminumpun berbeda-beda. Nah, khusus untuk mata pijatan yang paling lama pijatan yang paling lama pada bagian siku tangan. Sebelumnya, pijatan bagian kaki, paha, punggung, kepala, dst. Titik refleksi. Sudah dilakukan.

Jika sudah di pijat bagian lengan, mata N sudah mulai sehat. Tidak terasa pusing lagi. Bahkan sebaliknya kalau kacamatanya dipakai, terasa pusing dan buram. Tapi,itu hanya berlangsung beberapa hari saja, selebihnya kembali seperti semula, pusing, mual dan buram. “Tanpa kacamata, kalau melihat sesuatu itu harus memicingkan mata,” tegasnya .

Walaupun demikian, N tidak bosan-bosannya “berobat” kepada Aki. Dan ia juga selalu mengikuti anjuran dari Aki.

Beberapa waktu yang lalu, mata N terasa sakit juga disertai dengan pusing. Seperti biasa ia memanggil Aki. Usai dipijat.Aki Maman diberi segelas air minum yang sudah di jampi-jampi. Selanjutnya, N disarankan mencari tanaman Nanangkaan-Red Sunda. Getahnya di teteskan kemata. “Insya Allah, dengan getah itu, penyakit matanya akan hilang, lamad yang menghalangi mata akan hilang terkikis dengan getah nanangkaan tadi” tegas Aki.

Hendrapun sibuk mencari, tanaman tersebut. Jarang ditemukan, dan tidak banyak orang yang tahu tentang tanaman tersebut. Tetapi atas bantuan tetangganya, bisa juga ditemukan tanaman itu. Sudah hampir satu bulan N meneteskan getah tanaman itu pada matannya, tetapi hasilnya belum ada perubahan .

Karena bosan, cape dan tanamannya susah dicari, N pun menghentikan “pengobatan”nya. Padahal menurut aki, setelah tiga atau empat kali di tetes menggunakan getah tanaman itu, penyakit trahumnya akan sembuh. Buktinya, N sudah lebih dari 4x, tetap belum sembuh.
(sumber : Majalah MATA, PMN RS Mata Cicendo Edisi No. 02/2013)

 

 


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.